BANDUNG - PT Sinar Mas masih belum bisa memastikan penyebab jatuhnya pesawat penyemprot di RS Dr Agusdjam, Ketapang, Kalimantan Barat yang menewaskan pilot Mayor Infantri (Purn) Sigit Yudhihardjo dan awak pesawat Winarno.
Salah seorang HRD PT Sinar Mas, Darma Setiawan enggan berkomentar mengenai penyebab insiden tersebut.
“Soal itu tanya saja pada instansi,” kata Darma kepada wartawan, saat mengunjungi rumah duka Sigit, Jalan Sriwijaya Raya Blok H/19, Kelurahan Karang Mekar, Kecamatan Cimahi Tengah, Jumat (1/1/2010).
Darma datang mewakili PT Sinar Mas untuk memberikan santunan kepada keluarga korban. Saat disinggung nilai santunan yang diberikan, Darma tidak merinci lebih jauh. Dia hanya mengatakan, segala hak almarhum terkait santunan sudah diberikan semuanya.
“Untuk santunan sudah tidak ada masalah. Kita sudah berikan kepada keluarga yang ditinggalkan. Jadi ada lagi masalah. Yang jelas, alokasinya sudah sesuai dengan aturan,” kata Darma. Sigit sendiri, kata Darma, sudah bekerja di PT Sinar Mas selama delapan tahun.
Pantauan okezone di rumah duka, dua karangan bunga duka cita tampak berdiri di depan pintu masuk. Sementara puluhan pelayat, baik kerabat dan tetangga korban, masih terus berdatangan ke rumah duka.
Sebelumnya, sebuah pesawat tipe vletcher VU 24-950 jatuh menimpa Rumah Sakit Agusdjam, Ketapang, Kalimantan Barat. Menurut Kepala Pusat Komunikasi Publik Departemen Perhubungan Bambang S Ervan, pesawat jatuh kemarin pagi setelah terbang sejauh 10 kilometer saat menuju ke Pangkalan Bun.
Pesawat sebelumnya terbang dari Riau dan sempat bermalam di Ketapang. Pesawat tersebut menurut Bambang milik PT Sinar Mas yang biasa digunakan untuk penyemprot hama. Insiden ini menyebabkan dua orang tewas, termasuk Sigit.
(lsi)