DEPOK - Dinas Kesehatan Kota Depok mengakui kasus Dorkas Silitonga, mantan pasien RS Bhakti Yudha yang baru - baru ini meninggal dunia, menjadi sorotan luar biasa di tahun 2009. Pasalnya, hingga kini, adanya dugaan mal praktek yang menimpa Dorkas pasca operasi caesar belum terbukti.
Dinas Kesehatan Kota Depok masih menunggu hasil rekomendasi dari pemeriksaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Depok terkait dugaan tersebut. Pertanggungjawaban Pemkot Depok, hanya membiayai seluruh pengobatan Dorkas dengan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Hardiono mengatakan, pihaknya terus mendesak IDI untuk segera memberikan hasil ada atau tidaknya kelalaian medis terhadap Dorkas. Jika terbukti, kata Hardi, Pemerintah Kota berwenang memberikan skors hingga mencabut izin RS Bhakti Yudha.
"Sampai sekarang belum ada respon dari IDI, kita sudah kirim surat, kita akan berikan sanksi kalau terbukti, hingga akhir hayatnya Pemkot tanggung biaya perawatan Dorkas," terangnya kepada okezone, Sabtu (02/01/2010) malam.
Dorkas Silitonga adalah mantan pasien RS Bhakti Yudha yang mengalami mati suri selama satu tahun pasca menjalani operasi caesar hingga akhirnya meninggal dunia pada 8 Desember 2009. Pihak RS Bhakti Yudha juga sudah membantah bahwa kejadian tersebut merupakan resiko medis lantaran Dorkas mengalami darah tinggi dan keracunan kehamilan.
Dorkas juga sempat dirujuk ke RS Mitra Keluarga serta RS Cipto Mangunkusumo. Namun pihak rumah sakit sudah tidak sanggup merawat Dorkas dan memulangkan Dorkas untuk dirawat di rumah hanya dengan asupan obat dari Puskesmas Pancoran Mas Depok.(bul)(hri)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan