CIAMIS - Puluhan rumah di Dusun Sindangjaya RT36/RW19, Desa Sandingtaman, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, rusak akibat disapu angin puting beliung, tadi sore.
Dari informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut berlangsung sekira pukul 17.00 WIB. Angin bertiup bersamaan dengan hujan deras di kawasan Panjalu dan sekitarnya.
Hingga Minggu malam, tidak kurang dari 34 rumah mengalami rusak berat dan ringan. Umumnya, rumah yang mengalami rusak berat akibat tertimpa pohon besar yang tumbuh di sekitar permukiman warga.
Salah seorang korban, Jono, menginformasikan rumahnya di Dusun Sindangjaya RT36/19 rusak berat setelah tertimpa pohon cengkeh dan albasia. “Rumah saya juga rusak, karena tertimpa pohon cukup besar. Tapi, kami sekeluarga berhasil selamat karena saat itu juga langsung lari dan loncat ke luar rumah,” ujar Jono, Minggu (3/1/2010).
Jono menjelaskan, sebelum bertiup angin puting beliung terjadi hujan deras disertai awan pekat hitam. Hujan berlangsung sejak pukul 15.00 WIB, semula hujan deras hanya disertai angin sepoi saja, namun dua jam berikutnya tiba tiba terjadi angin kencang disertai putaran angin.
Saat itu juga suara gemuruh angin disertai hujan lebat mengakibatkan puluhan pepohonan di sekitar rumah berjatuhan. “Kebetulan saat itu saya berada di luar rumah. Tiba-tiba angin bertiup dan sebuah pohon cengkih di depan rumah tumbang menimpa bagian atap rumah,” papar Jono.
Dia mengisahkan angin lewat sangat cepat sekali namun mematikan. Dirinya sempat kaget dan kemudian meminta istri dan anknya keluar rumah. “Karena pohon yang menimpa rumah cukup besar, rumah rusak berantakan. Sekarang, kami terpaksa harus mengungsi ke rumah tetangga,” kata Jono seraya mengatakan masih mengemas sebagain barang yang diperlukan, dari rumah yang rusak untuk dibawa ke tempat mengungsi sementara.
Kepala Dusun Sidangjaya, Kecamatan Panjalu Aos, membenarkan, puluhan rumah di dusunnya rusak disapu angin puting beliung. Hanya saja, Aos mengaku, pihaknya belum mengetahui data pasti jumlah rumah yang rusak, hingga tadi malam proses pendataan rumah rusak masih terus dilakukan.
"Jumlah total rumah yang rusak kami belum punya, hanya saja dari laporan warga sedikitnya ada 34 rumah yang rusak di Dusun Sindangjaya. Jumlah itu bisa bertambah dan bisa juga kurang, kami akan mendata langsung malam ini juga,” katanya.
Dari 34 rumah rusak, sedikitnya dihuni 150 jiwa. Korban kini terpaksa mengungsi di ke rumah saudara, tetangga, dan musola atau masjid.
(Ujang Marmuksinudin/Koran SI/ton)