Tanggal Wafat Gus Dur Diusulkan Jadi Hari Pluralisme

Tanggal Wafat Gus Dur Diusulkan Jadi Hari Pluralisme

JAKARTA - Guna menghormati jasa-jasa KH Abdurrahman Wahid, Komunitas Lintas Iman mengusulkan agar tanggal meninggalnya Gus Dur pada 30 Desember ditetapkan sebagai Hari Pluralisme Indonesia.

“Selain itu hal ini juga bertujuan untuk melestarikan semangat perjuangan Gus Dur. Karena itu, kami sangat menghargai apabila pemerintah menyambut usul ini,” ujar juru bicara Komunitas Lintas Iman dalam acara jumpa pers di Jalan Taman Amir Hamzah No 8, Matraman, Jakarta, Selasa (5/1/2010).

Ke depan, apabila aspirasi ini tidak direspons baik oleh pemerintah, maka Komunitas Lintas Iman akan tetap merayakan Hari Pluralisme Indonesia pada setiap tanggal 30 Desember.

Hadir dalam acara jumpa pers ini, sejumlah tokoh muda lintas agama. Di antaranya Benny Susetyo, M Syafi’i Anwar, Ulil Absor Abdallah, Jimly Assidiqie, Rosiana  Silalahi, Johan Effendy, dan Rieke Dyah Pitaloka.

Di sisi lain, Komunitas Lintas Agama juga sepakat dengan usulan agar Gus Dur mendapat gelar pahlawan nasional, karena desakan tersebut muncul dari berbagai elemen masyarakat di berbagai penjuru Indonesia.

“Namun hal penting yang harus dilakukan sebelum itu adalah perlunya melakukan pembersihan nama baik Gus Dur. Terutama terkait dengan skandal Bullog Gate dan Brunai Gate yang dijadikan alasan para lawan politiknya untuk menjatuhkan Gus Dur dari kursi Presiden pada 2001,” ujarnya.  

Sementara itu, atas ketauladanan yang diberikan Gus Dur semasa hidupnya, Komunitas Lintas Agama menganugrahkan cucu pendiri Nahdatul Ulama itu sebagai Bapak Pluralisme dan Multikulturalisme Indonesia.

(ful)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Kurang Terlatih, Secret Service AS Butuh Perbaikan