SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur serius meminta Gus Dur diangkat sebagai pahlawan nasional. Hari ini surat Keputusan (SK) usulan pemberian gelar pahlawan nasional itu telah dikirim Gubernur Jatim Soekrawo kepada Menteri Sosial.
Surat tersebut bernomor 460/210/031/2010 tentang usulan almarhum KH Abdurrahman Wahid sebagai Pahlawan nasional ini.
“Saya baru bisa mengirimkan SK kepada Mensos Rabu pagi, sebab SK dari Bupati Jombang baru diterima tadi malam, sekira pukul 22.00 WIB,” kata Soekarwo saat ditemui di pusat pelayanan perizinan terpadu, di Gedung Brantas, Jalan Pahlawan Surabaya, Rabu (06/01/2010).
Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim ini mengungkapkan, SK tersebut ditandatangani Bupati Jombang Suyanto pada tanggal 4 Januari ini telah dikirim melalui kurir ke Mensos.
“Surat yang dikirim melalui kurir ke Mensos ada empat persyaratan yang diminta, yaitu riwayat hidup, dan perjuangan calon Pahlawan, kedua daftar dan bukti tanda kehormatan yang diperoleh. Ketiga catatan, pandangan dan pendapat dari orang lain. Keempat adalah foto-foto dokumentasi calon pahlawan,” ungkapnya.
Sebagian kalangan menilai Gus Dur layak mendapatkan penghargaan sebagai pahlawan nasional karena jasa-jasanya dalam memperjuangkan pluralisme dan konsistensinya membela kaum minoritas.
Gus Dur wafat pada 30 Desember 2009 dan dimakamkan di Pesantren Tebuireng, Jombang Jawa Timur. Gus Dur sendiri lahir di Jombang 7 September 1940.
(Fitra Iskandar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.