SIDOARJO - Husnul Khotimah (9), anak Pasangan Sumaji(35) dan Muntiah (30), warga yang kos di Jalan Kol Sugiono 78 B, Dusun Panjunan Desa Kepuh Kiriman Kecamatan Waru, kulit di sekujur tubuhnya melepuh.
Belum diketahui pasti, apa penyakit anak pertama pasangan itu. Muncul dugaan, kelainan yang diderita siswa kelas 3 SDN Kepuh Kiriman III ini akibat malapraktik (kesalahan pengobatan) yang dilakukan petugas medis Rumah Sakit Anak dan Bersalin (RSAB) Prima Husada, Waru.
Saat ini bocah yang akrab dipanggil Inul itu dirawat di RSU Dr Soetomo, karena kulit mulai wajah hingga kaki bengkak dan melepuh. Kedua orangtuanya beserta Arpan Maulana (6) sejak 27 Desember lalu masih menunggu pengobatannya.
“Sejak Husnul Khotimah dirawat di RSU dr Soetomo Surabaya, orangtuanya jarang pulang,” ujar tetangga Sumaji, Rabu (6/1/2010).
Dari tetangga korban inilah keterangan terkait dugaan malapraktik tersebut diperoleh. Dia menyebutkan, sekitar dua pekan silam, Husnul mengalami demam. Kemudian pada Jumat 25 Desember 2009 pagi sekira pukul 07.00 WIB, ia dibawa orangtuanya ke RSAB Prima Husada, Jalan Letjen Suprapto 3, Kepuh Kiriman, Waru, untuk mendapatkan pengobatan.
Setelah diobati sakitnya ternyata tidak sembuh, sehingga dua hari kemudian Husnul dibawa ke RSAB lagi. Karena sakitnya dinilai kian parah, Husnul akhirnya direkomendasi untuk dirujuk ke RSD dr Soetomo, Surabaya.
“Pak Sumaji sendiri yang bayar biaya ambulans. Katanya sebesar Rp145 ribu. Sampai saat ini masih dirawat di RSU dr Soetomo,” ujar tetangga yang meminta namanya dirahasiakan.
Sumiati, pemilik RSAB Prima Husada, sedang tidak ada di tempat. Dikatakan, salah satu karyawan RSAB yang juga meminta identitasnya dirahasiakan, bosnya sedang dirawat di RS Graha Amerta, dr Soetomo, Surabaya.
Namun saat ditanya terkait dugaan malapraktik yang menimpa Husnul Khotimah, karyawan RS yang bertugas sebagai bidan itu membantah tegas. Dia mengatakan kelainan di kulit Husnul memang sudah terjadi saat dibawa ke RSAB 25 Desember 2009 silam.
“Saya tahu sendiri, karena saat itu saya sendiri yang menerima dia. Saat itu mukanya terlihat lebam-lebam,” ujar salah satu bidan RSAB Prima Husada.
Bidan itu menambahkan, pada pengobatan pertama, Husnul ditangani dr Isa Pujowati, seroang dokter umum di RSAB tersebut. Sedangkan pengobatan kedua ditangani dr Hasan, lantaran dr Isa sedang lepas dinas.
Meski begitu, dia mengaku tahu sendiri jika prosedur pengobatan yang dilakukan kedua dokter itu sudah benar. “Saya kira semuanya sudah benar. Obat yang diberikan kepada pasien dengan keluhan seperti Husnul juga sudah tepat,” ujar bidan tadi.
(Abdul Rouf/Koran SI/ram)