KEDIRI - Panglima Komando Daerah Militer V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suwarno melarang media untuk tidak membuat pemberitaan yang bersifat provokatif selama pemilihan kepala daerah (pilkada) di Jawa Timur berlangsung.
Apa yang disampaikan media massa, menurut Suwarno memiliki besar dalam penciptaan situasi tidak kondusif. Kendati demikian, secara umum situasi keamanan di 18 kabupaten/kota yang melaksanakan pilkada pada Mei-November 2010 ini relatif aman.
Karenanya, tidak ada daerah yang mendapat perlakuan khusus terkait gangguan keamanan. “Dan yang penting lagi media tidak memanasi,“ ujar Pangdam Suwarno saat berada di Markas Brigade Infanteri 16 Kediri, Rabu (6/1/2010).
Kedatangan Pangdam di Kediri dalam rangka pencanangan sejuta pohon di Pegunungan Klotok, Kota Kediri. Dalam kesempatan itu, Pangdam juga memberi pemaparan soal kultur politik masyarakat Jawa Timur yang menurutnya cukup beretika dan menjauhi kerusuhan.
Atas dasar itulah, pihaknya memasrahkan seluruh proses pengamanan kepada lembaga kepolisian. "TNI hanya bersifat mendukung sesuai dengan situasi dan kebutuhan yang ada,“ paparnya.
Mengenai jumlah personel yang bakal disiapkan bila dibutuhkan, Suwarno menyatakan siap mengerahkan berarapun jumlah prajurit yang dibutuhkan. Dalam kesempatan itu Suwarno juga menyinggung mengenai masih banyaknya anggota TNI di Jawa Timur yang tingkat kesejahteraanya minim. Tercatat dari 29 ribu anggota TNI Kodam V Brawijaya, 50 persennya belum memiliki rumah sendiri.
Sedikitnya 14.500 prajurit masih menempati rumah dinas TNI, termasuk mengontrak. “Kita berharap pemerintah juga meningkatkan kesejahteraan anggota TNI,“ paparnya.
Dengan kondisi serba terbatas tersebut, Suwarno berharap hal itu tidak mempengaruhi semangat anggota TNI dalam menjalankan tugas.
Dandim 0809 Kediri Letnan Kolonel Infantri Imam Santoso membenarkan keadaan serba terbatas yang dialami anggota TNI. Selain masih menempati rumah kontrakan, sebagian besar rumah yang dimiliki anggota TNI juga kategori belum layak huni.
Sebagai bentuk upaya, TNI juga menggelar acara bedah rumah untuk anggotanya. “Tahun 2009 lalu ada sebanyak 35 rumah anggota TNI yang dibedah. Jumlah personil TNI di Kediri sendiri sebanyak 735 orang, “pungkasnya.
(Solichan Arif/Koran SI/ram)