PLN Berharap Kemampuan Pinjaman Investasi Capai Rp21 T

Andina Meryani - Okezone
Kamis, 7 Januari 2010 13:47 wib
Foto: Okezone
Foto: Okezone

JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengharapkan rencana kenaikan margin Public Service Obligation (PSO) sebesar tiga persen dari lima persen menjadi delapan persen, dapat meningkatkan kemampuan PLN untuk memperoleh pinjaman untuk investasi.

"PLN menyambut baik usulan pemerintah mengenai kenaikan margin PSO dari lima persen menjadi delapan persen karena akan menambah kemampuan investasi PLN. Dengan penambahan margin PSO tiga persen, PLN akan dapat meningkatkan kemampuan mendapatkan pinjaman sebesar Rp 21 triliun," ujar Direktur Keuangan PLN Setio Anggoro Dewo dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (7/1/2010).

Dana sebesar Rp21 triliun tersebut akan diupayakan PLN melalui pasar modal di dalam dan luar negeri, maupun pinjaman bank. Hingga saat ini, komunitas pasar keuangan menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi sehingga PLN optimistis dapat memperoleh pinjaman tersebut di harga yang kompetitif.

"Investasi tersebut akan dilakukan untuk  memperkuatan sistem kelistrikan kota-kota besar di Pulau Jawa, dana pendamping untuk program 10 ribu megawatt (MW), dan pembangunan jaringan distribusi dapat dijalankan sesuai rencana," tambahnya.

Lebih lanjut, dia menambahkan dengan penerimaan dari pelanggan yang diperkirakan sebesar Rp103 triliun dan subsidi pemerintah sebesar Rp37,8 triliun, kenaikan margin ini mampu mengurangi gap antara total kas pemasukan dan pengeluaran.

"PLN berharap kenaikan margin PSO dapat mengurangi gap antara total kas pemasukan dan pengeluaran perusahaan," pungkasnya.

(css)