JAKARTA - Pertemuan antara PT Freeport selaku pengelola Bandara Mozes Kilangin Timika akan digelar 10.00 WIB di Departemen Perhubungan. Pihak PT Freeport menyatakan siap untuk mengirimkan wakilnya dalam pertemuan tersebut.
“Ya ada pertemuan, kami akan datang,” kata Humas PT Freeport Mindo Pangaribuan kepada okezone, Kamis (7/1/2010).
Mindo enggan menyebut siapa dan berapa orang yang akan mewakili PT Freeport dalam pertemuan tersebut. Namun dia kembali memastikan pihaknya akan hadir dalam pertemuan tersebut.
“Saya tidak perlu memberitahukan siapa wakilnya, yang jelas ada wakil kami datang,” tegas Mindo.
Mengenai apa agenda pembicaraan dalam pertemuan tersebut, Mindo enggan merinci. “Anda kan sudah tahu. Tanyakan ke Dephub,” jawab Mindo. Saat ditegaskan apakah pertemuan tersebut terkait evaluasi bandara dan persoalan dengan Garuda, Mindo tidak membantahnya.
Selain pertemuan formal, menurut Mindo, pihak PT Freeport dan Garuda telah melakukan komunikasi secara informal. Dan menurut dia persoalan itu sudah bisa dijernihkan. ”Kami sudah komunikasi.Sudah (clear),” jawabnya singkat.
Pertemuan Garuda, PT Freeport dan Dirjen Perhubungan Udara ini buntut dari persoalan penolakan pengisian avtur untuk Garuda pada hari Minggu kemarin di Bandara Timika.
Pihak PT Garuda menuding penolakan itu merupakan tindakan balasan terhadap Garuda yang tidak mau mengangkut salah seorang petinggi Freeport beserta dua stafnya ke Timika, saat pesawat GA 652 mendarat sementara di Jayapura karena tak bisa mendarat di Timika akibat cuaca buruk.
Saat pesawat yang telah berganti nomor penerbangan menjadi GA 653 itu hendak melanjutkan perjalanan ke Jayapura, pihak bandara menolak mengisikan bahan bakar dengan alasan kehabisan avtur. Sementara, pilot Manotar Napitupulu mencurigai penolakan tersebut. Pasalnya pesawat lain, dia menyebut Merpati, di saat yang bersamaan mendapat pasokan avtur.
Pihak manajemen juga, kata Manotar, sempat meminta Garuda meminta maaf terlebih dulu atas tindakan penolakan terhadap petinggi Freeport itu.
(fit)