GRESIK - Wakil Kepala salah satu SMP Negeri di Menganti, Za (52), dilaporkan ke polisi oleh orangtua M Abdul Syukur (15), salah satu siswanya. Wakasek itu diduga menampar siswa hingga hidungnya keluar darah.
Berawal ketika korban mengikuti pelajaran di kelas, korban kerap bersenda gurau. Diingatkan tersangka tetap saja ramai. Karena kesal, tersangka meminta korban keluar kelas. Namun, korban tetap tidak mau keluar.
Karena kesal, tersangka mendekati korban dan menampar. Bukan hanya itu, korban diminta berdiri di depan kelas. Saat berdiri itulah, terlihat hidung korban keluar darah. Sepulang sekolah, korban bercerita ke orangtuanya. Orangtua korban pun merespon dengan melapor ke Mapolsek Menganti.
“Kami sudah meminta visum kepada korban untuk melengkapi berkas, dan juga mengamankan baju korban sebagai barang buktinya. Selanjunya kami juga meminta keterangan terlapor dan sekarang statusnya sudah tersangka,” terang AKP Deddy Iskandar, Kapolsek Menganti, Kamis (7/1/2010).
Secara terpisah, Za ketika dikonfirmasi wartawan menjelaskan, jika dirinya kini mencoba berupaya menempuh jalur damai dengan pihak keluarga korban. Dengan harapan masalah ini bisa diselesaikan dengan baik-baik.
“Waktu itu saya lakukan secara sepontan dan kami melakukan pendekatan dengan keluarga korban,” ujarnya.
(Ashadi Iksan /Koran SI/teb)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan