getting time...

Pemerintah Prioritaskan CBM untuk PLN

Andina Meryani - Okezone
Jum'at, 8 Januari 2010 14:52 wib
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA - Pemerintah akan memprioritaskan penggunaan gas dari Coal Bed Methane (CBM) untuk memenuhi kebutuhan gas PLN. Untuk itu, pemerintah akan mendengarkan masukan dari para pengusaha CBM untuk pengembangan CBM di Indonesia dan memprioritaskan PLN.

"Pemerintah sedang melakukan kajian dan bila perlu ada masukan supaya bisa menjadi landasan untuk pengembangan CBM. Ke depannya pemerintah akan memprioritaskan penggunaan CBM untuk pembangkit PLN," ujar Menteri ESDM, Darwin Z Saleh seusai salat Jumat di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (8/1/2010).

Pemerintah intinya akan terus menerus mendengar keluhan dari investor dan menerima masukan dari para pengusaha.

"Pemerintah akan menampung semua masukan dari investor dan akan dimasukkan dalam peraturan, sehingga ke depannya bisa mendukung pengembangan CBM ini," pungkasnya.

CBM adalah sebuah energi alternatif yang terus didorong penggunaannya untuk mengurangi ketergantungan PLN terhadap energi primer yang tidak efisien.

Sebelumnya, dikabarkan pemerintah tengah mengembangkan liquid natural gas (LNG) dari CBM tersebut. Nantinya, LNG yang dihasilkan dari CBM tersebut tidak akan diekspor melainkan memenuhi kebutuhan domestik. Tujuan utama dari LNG ini adalah daerah atau pulau-pulau terpencil. LNG itu akan didistribusikan dengan menggunakan kapal-kapal kecil.

Diketahui, potensi CBM Indonesia adalah sebesar 453,3 TCF, yang merupakan cadangan terbukti adalah sebanyak 112,47 TCF. Dan sebanyak 57,6 TCF merupakan cadangan potensial.

Untuk itu, pemerintah sangat mendorong pengembangan CBM. Per Agustus 2009, sebanyak 15 kontrak kerja CBM yang telah ditandatangani yaitu Sekayu, Bentian Besar, Indragiri Hulu, Kutai, Barito Banjar I, Barito Banjar II, Sangatta I, Ogan Komering, Sangatta II, Tabulako, Tanjung Enim, Ogan Komering II, Pulau Pisau, Barito Tapin, dan Kotabu. (wdi)

(rhs)