PEKANBARU - Menteri Kordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Agung Laksono menyatakan bahwa banjir berkepanjangan di Riau diakibatkan kerusakan alam.
Hal itu dijelakan Agung Laksono usai acara pembukaan Jambore panti se Riau di Pekanbaru. Dia mengatakan hendaknya Pemerintah Riau harus mengevaluasi mengapa banjir sampai terjadi? dan mencari solusi untuk mencegah banjir.
"Untuk menanggani banjir hendaknya pemerintah Riau harus melakukan evaluasi kembali mengapa bisa terjadi banjir. Karena banjir salah satunya diakibatkan oleh kerusakan hutan," katanya di objek Taman Wisata Alam Mayang Pekanbaru, Jumat (8/1/2010).
Perusakan hutan di Riau katanya, harus segara hentikan sepecatnya agar tidak terjadi banjir yang jauh lebih parah yang saat ini merendam puluhan ribu rumah penduduk.
"Kerusakan hutan itu adalah ulah manusia itu sendiri. Untuk itu mari kita lestarikan hutan yang tersisa," pinta mantan Ketua DPR.
Langkah yang seharusnya terus dilakukan,lanjut Agung adalah dengan terus melakukan penanaman pohon kepada semua lapisan masyarakat. Karena menjaga kelestarian alam adalah tanggungjawab bersama.
Dalam musibah banjir di Riau yang terbilang terparah tahun ini, Pemerintah melalui Menko Kesra memberikan berbagai sumbangan untuk korban banjir di Riau.
Saat sebanyak 5 Kabupaten dan Kota di Riau masih terendam banjir. Banjir di antaranya meliputi Kabupaten Pelalawan, Kampar, Kuansing, Inhu serta Kota Pekanbaru dengan ketinggian 50-200 senti meter.
Banjir terparah terajadi di Kabupaten Inhu. Saat ini puluhan ribu rumah di Riau masih terendam banjir. Banjir di Riau yang sudah merendam pemukiman warga sekira sebulan diakibatkan luapan berbagai Sungai di Riau akibat tingginya curah hujan.
(fit)