getting time...

Susno Duadji Jenderal Luntang-Lantung

Marieska Harya Virdhani - Okezone
Sabtu, 9 Januari 2010 12:44 wib

DEPOK - Perwira Tinggi Mabes Polri. Jabatan itu mungkin terdengar penuh wibawa bagi orang awam. Tapi bagi Komjen Susno Duadji, posisi itu membuatnya seperti jenderal pengangguran.

“Jadi pati benar-benar tidak ada kerjaannya. Ruangan saya ya tidak ada, ruang kerja saya ya satu gedung Mabes,” seloroh Susno saat ditemui di kediamannya di Jalan Cibodas I No 7 Puri Cinere, Kecamatan Cinere Depok, Jawa Barat, Sabtu (9/1/2010).

Meski berangkat ke kantor, Susno tidak punya tujuan dan agenda yang jelas. Suka-suka dia saja. Karena tidak ada yang dikerjakan, jenderal bintang tiga luntang-lantung berpindah dari satu ruangan ke ruangan lain hanya sekadar ngobrol.

“Suka –suka saya, sudah bosan di kantor ya saya pulang,” imbuh Susno yang mengenakan kemeja coklat garis-garis ini.

Saking mati gaya, yang dikerjakan Susno memang hanya ngobrol. Aktivitas luntang-lantung itu membuat Susno sedikit curiga kepada rekan-rekannya di Mabes Polri.

“Mungkin orang –orang di mabes sudah bosan melihat saya setiap hari karena hanya ngobrol-ngobrol saja,” gurau Susno. Dia juga mengaku sudah tidak lagi mengisi absensi karena namanya sudah tidak tertera. “Tidak ada absensi, saya cari nama saya tidak ada,” tambah dia.

Kata Susno saat ini dia sudah tidak memiliki ajudan dan supir. Gaji hanya terima 40%, karena itu berupa tunjangan yang ditarik setelah dirinya dicopot dari posisi Kabareskrim.

“Tapi saya tidak apa-apa karena bhayangkara sejati tidak pernah menanyakan jabatan. Saya positif thinking saja walau gaji dipotong,” katanya.

“Kalau awal pidato Kapolri, mutasi karena prestasi karena promosi, tapi kenyataannya saya tidak menikmati itu. Tidak ada jabatan apa-apa. Setiap hari (ke kantor) jam berapa- suka-suka saya mau datang jam berapa. Saya tidak ada kerjaan cuma mutar-mutar aja,” kata Susno.

Susno Duadji dicopot dari jabatannya sebagai Kabareskrim Mabes Polri 24 November 2009. Mantan Kapolda Jabar ini digantikan oleh Komjen Ito Sumardi yang pernah menjabat sebagai Kapolda Sumsel dan Riau.

Pencopotan Susno terkait erat dengan rekomendasi tim 8 yang menyelidiki rekayasa kasus kriminalisasi dua pimpinan KPK Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.

Rekomendasi kepada presiden itu kemudian dijawab Presiden SBY dengan mengimbau jajaran penegak hukum termasuk Polri untuk melakukan pembenahan internal yang kemudian ditindaklanjuti Mabes Polri dengan pencopotan Susno. (fit)

(ahm)

  • jinta » 0 Tanggapan
    pak susno bukan jendral luntang lantung tetapi jendral yang beruntung di mata allah karena mau berkata jujur
    Beri Tanggapan Laporkan
  • feliks » 0 Tanggapan
    Saya dukung pak! Saya yakin kebenaran pasti terungkap walau berjalan lambat.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ASHAR » 0 Tanggapan
    pasrah sing kuoso pak.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • jimmy » 0 Tanggapan
    Semangat Pak.. ini cobaan buat anda. Kalo benar, harus tabah dan tetap konsisten. Kalo salah, harus siap terima hukuman.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Toni » 0 Tanggapan
    Harusnya Buaya yang ini digantung aja, dikulitin dan dijadiin tas. Ingat tuh kelakuannya waktu menjebloskan pak Bibit, yang notabene seniornya di kepolisian, ke dalam penjara. Zholim banget nih Buaya...
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.