getting time...

Sejarawan: Mertua SBY Layak Diusulkan Jadi Pahlawan

Gin Gin Tigin Ginulur - Okezone
Minggu, 10 Januari 2010 18:26 wib

BANDUNG - Mertua Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) almarhum Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo diusulkan menjadi pahlawan nasional. Hal ini pun diamini oleh sejarawan Universitas padjadjaran Prof DR Nina Herlina Lubis.

"Ada dua nama yang akan diusulkan yaitu alm HR Darsono dan Sarwo Edhie Wibowo," kata Anggota Badan Pembina Pahlawan Daerah Provinsi Jawa Barat ini kepada wartawan, usai menghadiri acara silaturahmi angkatan 66 dan peringatan 44 tahun Tritura di Gedung Pertemuan Graha Tirta Siliwangi Jalan Lombok, Bandung, Minggu (10/1/2010).

Menurut Nina, jasa HR Darsono atau akrab disapa Pak Ton sangat besar. Sebab, kata dia, HR Darsono yang menenteramkan massa setelah selesai Tritura. Saat itu, lanjutnya, HR Darsono menjabat sebagai Panglima Siliwangi.

"Dialah yang membersihkan PKI di Jawa Barat," kata Nina.

Nina menambahkan, berdasarkan pengalamannya menjadi anggota Badan Pembina Pahlawan Daerah Provinsi Jawa Barat dan setelah membaca UU No 20 tahun 2009, keduanya memang layak diusulkan menjadi pahlawan nasional.

"Walaupun ada satu butir persyaratan harus setia kepada negara. Ini akan jadi ganjalan buat Pak Ton (HR Darsono). Karena nanti orang akan mempertanyakan, Pak Ton ini kan penandatangan petisi 50. Namun menurut saya, itu masalah politik, bukan masalah sejarah," kata Nina.

Dia juga membantah diusulkannya Sarwo Edhie menjadi pahlawan nasional karena terkait dengan keluarga SBY.

"Saya sejarawan tidak pernah mengaitkan dengan apakah ini mertuanya SBY. Karena tugas saya sebetulnya adalah mencari mencari calon-calon (pahlawan nasional). Kebetulan saja dari periode pergerakan nasional, jumlah calon sudah hampir habis. Nah kita harus mencari periode berikutnya, seharusnya bukan hanya orang yang berjuang di dunia politik saja, bidang lain juga," pungkas Nina.
(ded)

  • musliadi » 0 Tanggapan
    tidak semua orang bisa jadi pahlawan nasional karena, titel tersebut diberikan oleh rakyat kepada orang2 yang betul2 punya hati dan jiwa kepahlawanan . kalo mengangkat seseorang ada maksud tertentu itu tidak baik.atau begini saja kita carikan nama lain umpamanya ''seratus orang terpintar indonesia'' siapa yang berhak mendapat nomor 1-2-3 dst itu terserah, kan bisa diselidiki melalui pendidikan mrk, kepemimpinan mrk dsb.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • musliadi » 0 Tanggapan
    tidak semua orang bisa jadi pahlawan nasional karena, titel tersebut diberikan oleh rakyat kepada orang2 yang betul2 punya hati dan jiwa kepahlawanan . kalo mengangkat seseorang ada maksud tertentu itu tidak baik.atau begini saja kita carikan nama lain umpamanya ''seratus orang terpintar indonesia'' siapa yang berhak mendapat nomor 1-2-3 dst itu terserah, kan bisa diselidiki melalui pendidikan mrk, kepemimpinan mrk dsb.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • musliadi » 0 Tanggapan
    tidak semua orang bisa jadi pahlawan nasional karena, titel tersebut diberikan oleh rakyat kepada orang2 yang betul2 punya hati dan jiwa kepahlawanan . kalo mengangkat seseorang ada maksud tertentu itu tidak baik.atau begini saja kita carikan nama lain umpamanya ''seratus orang terpintar indonesia'' siapa yang berhak mendapat nomor 1-2-3 dst itu terserah, kan bisa diselidiki melalui pendidikan mrk, kepemimpinan mrk dsb.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Salemba4 » 0 Tanggapan
    Pak Habibie bilang, kebanyakan pahlawan, tidak ada pahlawan.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • setyo » 0 Tanggapan
    gak usah cari muka sama SBY
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.