getting time...

Pulang Kerja di Negeri Jiran, Kanumi Lumpuh

Minggu, 10 Januari 2010 22:36 wib
foto: Tantan Sulton/Koran SI
foto: Tantan Sulton/Koran SI

CIREBON - Harapan mendulang ringgit di negeri Jiran, malah pulang membawa petaka. Itulah kenyataan yang harus dihadapi Kanumi (34), warga Blok III RT01/05 Desa Suranenggala, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon.

Tenaga kerja wanita (TKW) asal Cirebon ini, harus pulang kampung dalam keadaan lumpuh dan tidak mendapatkan upah.

Tanumi merupakan TKW, beranak satu asal Cirebon yang harus menerima kenyataan hidup karena mengalami lumpuh pada kaki bagian kiri akibat terjatuh saat menjadi pembantu rumah tangga di negara Malaysia.

Dia sengaja meminta pulang kampung kepada majikannnya karena tidak kuat merasakan rasa sakit pada kakinya, setelah bekerja selama tujuh bulan sejak Juni 2009 lalu.

Ibu dari Indriani (9), ini awalnya berangkat menjadi TKW ke Malaysia melalui Perusahaan jasa tenaga kerja PT Aspiz Langgeng Abadi yang beralamat di Purwakarta Jabar, pada Juni 2009 lalu.

Dengan harapan merubah status ekonomi, dia nekat menjadi TKW dengan iming-iming gaji sebesar 500 ringgit Malaysia, atau sebesar Rp1.750.000 per bulan.

Setelah tujuh bulan bekerja di Lorong Wira, 1/1 Tanah Wira, Sungai Petani, Pedah, Malaysia, tepatnya pada bulan Desember 2009 lalu, dia terjatuh saat membersihkan lantai rumah majikannya hingga kaki kirinya terkilir. Saat itu, dia sempat dibawa ke Rumah Sakit setempat oleh majikannya dan diberikan pengobatan ala kadarnya.

Beberapa hari dia sempat mendapatkan pengobatan. Namun, sebelum rasa sakitnya sembuh, Kanumi dipaksa majikannya untuk terus bekerja. Rasa sakit pada kakinya semakin parah hingga tidak bisa berjalan (lumpuh).

“Saat itu kaki saya masih sakit, namun majikan saya terus memaksa untuk bekerja. Karena takut saya tetap bekerja. Tapi beberapa setelah dua pekan kaki saya semakin sakit hingga tidak bisa berjalan,” tutur Kanumi saat ditemui di kediamannya, Minggu (10/1/2010).

Karena kondisinya sangat mengkhawatirkan, akhirnya majikan Kanumi, memulangkannya melalui Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNPPTKI) di Malaysia. Namun, majikannya tidak membayar sepeserpun hak upah yang harus diterimanya.

Dengan tangan kosong, Kanumi akhirnya bisa pulang ke Indonesia. Saat tiba di Bandara, dia sempat ditawari petugas BPPPTKI untuk dirawat di Rumah Sakit Polri. Namun, dia menolak dengan pertimbangan tidak memiliki biaya. Akhirnya, petugas memulangkan dia kerumahnya di Cirebon.

“Saya tidak mau dirawat karena tidak punya uang. Akhirnya saya meminta dipulangkan saja ke rumah. Saya tidak akan menuntut apa-apa, tapi saya hanya berharap uang dari hasil keringat saya kerja di Malaysia segera dibayar,” tegas Kanumi.

Menurut Kanumi, hingga saat ini pihak perusahaan yang menjadi sponsor dia menjadi TKI, hingga saat ini belum memberikan gaji hasil bekerja dia selama tujuh bulan.

“Boro-boro memberikan gaji, menengok pun mereka belum. Saya tidak berharap banyak, hanya gaji hasil kerja selama 7 bulan yang kami inginkan,” harap Kanumi.
(Tantan Sulton Bukhawan/Koran SI/kem)

Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.