getting time...

Mertua SBY Vis a Vis dengan Soeharto

Frida Astuti - Okezone
Senin, 11 Januari 2010 09:08 wib
Sarwo Edhie Wibowo
Sarwo Edhie Wibowo

JAKARTA - Keinginan elemen angkatan 1966 agar Letjen (Purn) Sarwo Edhie Wibowo dianugerahi gelar Pahlawan Nasional akan sedikit terkendala karena pemerintah tidak akan mengobral gelar kehormatan.

Almarhum Sarwo Edhie dinilai sebagai tokoh satu paket dengan mantan Presiden Soeharto dalam memberantas PKI dan berperan dalam suksesnya Tritura. Jadi keduanya harus saling mengalahkan dalam merebut gelar pahlawan nasional.

Demikian dikatakan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Ahmad Mubarok saat berbincang dengan okezone di Jakarta, Senin (11/01/2010).

“Ini bukan pandangan Demokrat ya, ini pandangan saya pribadi. Pak Sarwo Edhie adalah tokoh besar yang berjasa tapi satu paket dengan Soeharto pada perjuangan krisis tahun 1965. Pak Soeharto berperan besar dan Pak Sarwo juga. Dua-duanya layak. Tapi biasanya pemerintah tidak obral gelar pahlawan,” ungkap dia.

Menurut Mubarok, Pak Harto memiliki nilai lebih karena dia pernah lama menjabat sebagai presiden. Adapaun Sarwo Edhie banyak berperan di dunia militer dalam menumpas PKI. “Meski keduanya layak untuk menjadi pahlawan tapi keduanya satu paket dan biasanya pemerintah tidak obral gelar pahlawan,” ujarnya.

Dalam kaitan ini, Mubarok sepakat almarhum Sarwo Edhie menjadi salah satu tokoh besar Indonesia. Bahkan Mubarok pun sempat ziarah ke makam Sarwo Edhie beberapa waktu lalu.

“Saya mendukung bila Pak Sarwo menjadi tokoh besar. Kebetulan baru kemarin saya berziarah di makam beliau dan saya juga berziarah ke makam Gus Dur juga,” ungkap dia.
(ful)

  • Joni Hidayat » 0 Tanggapan
    biasa... klo politikus biasanya cari muka... klo nggak dapet bisa-bisa kehilangan muka
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Abu Udin » 0 Tanggapan
    G30S PKI aja belum terkuak bagaimana cerita yang sebenarnya, ini tokohnya mau dihadikan pahlawan. Itu hanya keinginan Mubarok saja yang ingin cari muka dengan SBY. Tuntaskan dulu bagaimana G 30 S PKI yang sebenarnya, karena di sana telah terjadi kejahatan "pembantaian" kemanusiaan.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • bunga » 0 Tanggapan
    Tetap nggak setuju Harto jadi pahlawan...coba buka cerita sejarah, sejak rekayasa G30SPKI, berapa juta rakyat tak berdosa yang disiksa secara kejam dan dibunuh tanpa peri kemanusiaan oleh antek2 Soeharto..Penjahat kok mau dijadikan pahlawan...kayak anaknya, pembunuh kok nyapres...Poor Indonesia..
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.