JAKARTA - Pimpinan MPR, DPR, dan DPD disajikan tarian daerah dengan alunan musik kusut. Insiden kecil ini terjadi saat peresmian prasasti DPD, di halamanan Gedung Nusantara IV, Senayan, Jakarta, Senin (11/1/2010).
Setelah tiga pimpinan parlemen, Taufik Kiemas, Marzuki Ali, Irman Gusman, meresmikan prasasti dengan memencet alarm, ketiganya disuguhi tiga tarian daerah dari Sumatera Selatan, Yogyakarta, dan Bali.
Pertunjukan diawali dengan gending Sriwijaya dari Sumatera Selatan. Pementasan ini berjalan lancar. Acara pun dilanjutkan dengan tarian Golek asal Yogyakarta, yang menampilkan beberapa puteri cantik yang tengah bersolek di hadapan tamu kehormatan. Para penari ini didatangkan dari anjungan Yogyakarta, Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Di awal tarian, pertunjukan berlangsung lancar. Namun, tak lama berselang, suara musik tiba-tiba terdengar aneh. Suaranya mengalun seperti kaset kusut. Hal ini pun sontak membuat para tamu terheran-heran. “Ini musik apa kumur-kumur,” ujar salah satu anggota DPD.
Salah seorang panitia sempat mencoba memperbaiki player, namun hal itu tetap tidak mengubah situasi. Akhirnya, panitia memutuskan untuk memberi kode kepada para penari agar mengakhiri pentas lebih cepat.
Riuh tepuk tangan bercampur gelak tawa pun menyeruak di antara para tamu yang hadir.
(ded)