PADANG - Sumatera Barat kembali dilanda longsor. Kali ini longsor terjadi di Kawasan Nagari Aur Malintang Kecamatan Empat Koto Aur Malintang Kabupaten Padang Pariaman.
Berdasarkan keterangan Kordinator Satkorlak Penanggulangan Bencana Sumatera Barat Ade Edwar, longsor terjadi sekira pukul 09.00 WIB.
Menurut dia, saat ini baru ditemukan satu orang korban longsor bernama Abdul Basrie (28) seorang guru tsanawiyah di Sungai Garingging Padang Pariaman.
“Kejadian longsor saat dia melintas di lokasi. Korban ditemukan tewas,” kata Edwar kepada okezone, Senin (11/1/2010).
Sementara ini belum diketahui identitas korban yang masih dalam pencarian. Korban diduga kuat bukan warga sekitar karena kawasan longsor itu adalah kawasan jalan raya.
Menurut saksi mata, saat peristiwa , ketiga korban sedang melintas di lokasi kejadian.
Saat ini tim dari Satlak sudah dikerahkan ke lokasi dan dibantu oleh petugas Departemen Pekerjaan Umum. Petugas mengerahkan alat berat untuk membersihkan jalan dan mencari korban.
“Longsor itu mempunyai kedalaman delapan meter dan lebar 15 meter, akibatnya jalan yang menghubungi Nagari Aur Malintang dan Batu Basa terputus total,” kata Edwar.
Pascabencana gempa 30 September 2009, sejumlah wilayah di Sumatera Barat diprediksi sebagai daerah lawan longsor.
Koordinator Satkorlak Penanggulangan Bencana Sumatera Barat, Ade Edwar memberikan peringatan kepada warga Sumatera Barat dan warga yang melewati Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) untuk berhati-hati. Sebab, kondisi di sana saat ini tergolong belum aman dan dikhawatirkan terjadi longsor.
"Ini disebabkan karena kondisi tanah di daerah kita belum stabil, pascagempa yang membuat tanah-tanah perbukitan labil dan ditambah cuaca hujan yang membuat tanah menstabilkan kedudukan atau lebih dikenal dengan longsor," ujar Edwar Desember lalu.
Ada 1.000 lebih titik rawan longsor di Sumbar, terutama di kawasan Agam, Pariaman dan Padang Pariaman. Selain itu Jalinsum Padang-Solok (Sitinjau Lauik) dan Padang-Bukittinggi (Silaiang) dan Sumbar-Riau ini daerah yang sering longsor.
Sejak terjadi gempa banyak terjadi keretakan di daerah perbukitan, tanah-tanah banyak terbuka dan jika hujan turun akan mengguras tanah tersebut dan akibatnya longsor. Bagi pengendara untuk berhati-hati atau lebih baik menunda keberangkatanya terlebih dahulu.
(fit)