BLITAR - Ribuan rumah tangga di sejumlah kecamatan di wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur, belum dialiri listrik. Dari jumlah tersebut, sedikitnya 665 rumah pada 2010 ini diusulkan untuk mendapatkan jaringan listrik baru. Namun karena keterbatasan anggaran, Pemerintah Kabupaten Blitar hampir pasti hanya bisa merealisasikan 268 rumah.
Menurut Keterangan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Prasarana Wilayah Kabupaten Blitar Mangatas Lomban Tobing, anggaran yang dimiliki pemerintah untuk memenuhi aspirasi warga tersebut hanya Rp1,7 miliar. Sementara untuk pemasangan seluruh jaringan listrik di sebagian Kecamatan Panggungrejo, Kecamatan Gandusari, Kecamatan Wlingi, Kecamatan Doko, dan Kecamatan Wates, pemerintah harus menyiapkan anggaran sebesar Rp6,8 miliar.
"Jumlah riilnya ada ribuan rumah yang belum memiliki listrik di Kabupaten Blitar. Yang diusulkan 665 rumah. Itupun kita tidak bisa memenuhi semuanya, karena terbentur anggaran. Yang dipastikan bisa terpasang tahun ini, baru sebagian di Kecamatan Wates, Kecamatan Panggungrejo, Kecamatan Doko dan Kecamatan Wlingi," ujarnya kepada wartawan.
Faktor geografis dan ekonomis yang mengakibatkan warga selama bertahun-tahun belum memiliki jaringan listrik sendiri. Selain penerangan berbahan bakar tradisional, kata Tobing, sebagian besar warga hanya menumpang jaringan pada para tetangga yang memiliki listrik. Meski ini sepengetahuan, tentunya berbahaya, papar Tobing.
Atas dasar itu, Tobing akan berupaya kekurangan anggaran pengadaan jaringan listrik bisa tercover pada PAK 2010.
Ketua DPRD Kabupaten Blitar Guntur Wahono menanggapi hal ini mengatakan, pemkab harus bisa memenuhi apa yang menjadi aspirasi masyarakat. Sebab listrik merupakan sesuatu yang bersifat pokok bagi kebutuhan masyarakat. Jangan sampai hanya dijanjikan. "Pemerintah harus serius mengupayakannya," ujarnya singkat.
(Solichan Arif/Koran SI/mbs)