JAKARTA - PT PLN (Persero) bangkit dari kasta BUMN yang selalu rugi menjadi salah satu BUMN yang menghasilkan laba. Bukan hanya itu saja, ternyata PLN juga sudah menjadi salah satu BUMN yang menyumbangkan dividen bagi begara.
"PLN dengan margin lima persen tahun 2009 langsung bangkit dari kerugian Rp12 triliun 2008, menjadi mencetak keuntungan jadi Rp6 triliun. Sebanyak 50 persen dari keuntungan itu disetor ke Depkeu sebagai dividen," ujar Menteri BUMN Mustafa Abubakar, dalam konferensi pers awal tahun, di Kantor Kementerian Negara BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (12/1/2010).
Pada 2010, dengan asumsi margin akan meningkat dari lima persen menjadi delapan persen. Maka nantinya PLN akan memperoleh kenaikan profit lebih tinggi dibandingkan tahun ini. Namun, dirinya belum dapat memperkirakan besaran profit pada tahun ini.
Dia pun belum bisa memastikan berapa besaran dividen yang akan disetorkan pada 2010. Namun, dia berharap agar keuntungan yang diperoleh PLN tersebut nantinya juga akan ditahan sebagai tambahan untuk investasi pembangkit dan jaringan PLN.
"Kita doakan DPR menyetujui tambahan margin jadi delapan persen, kalau ini terjadi perusahaan akan jadi lebih besar. Position untuk meraih modal kerja melalui peminjaman akan makin mudah dan keuntungan pun bisa signifikan. Tapi saya belum bisa menjawab itu berapa, policy-nya ada di tim interdept di ESDM, BUMN, dan juga Depkeu," pungkasnya.
(rhs)