BANDUNG - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Bandung, menggelar inspeksi mendadak uji jajanan anak di sejumlah sekolah dasar di Kota Bandung, Selasa (12/1/2010).
Kegiatan tersebut dilakukan menyusul masih banyaknya ditemukan jajanan anak yang mengandung berbagai macam zat-zat berbahaya di antaranya pewarna dan formalin.
Dalam uji tersebut, BBPOM membaginya menjadi empat tim. Mereka disebar ke 24 SD di Kota Bandung yang banyak menjajakan jajanan anak.
Menurut Kepala Bidang Unit Layanan Pengaduan Konsumen BBPOM Kota Bandung Siti Nur Aniah, kegiatan tersebut termasuk dalam program 100 hari Menteri Kesehatan. Selama ini, kata Siti, disinyalir banyak ditemukan jajanan anak yang mengandung zat di antaranya formalin.
“Ini program 100 hari menteri kesehatan. Kita menduga masih banyak jajanan anak yang mengandung zat berbahaya,” kata Siti kepada wartawan, Selasa (12/1/2010).
Salah satu sekolah yang dikunjungi tim BBPOM adalah SD Astana Anyar II Jalan Lio Genteng. Di sana, petugas BBPOM memeriksa sejumlah jajanan anak untuk mengetahui kadar zat yang terkandung di dalamnya.
Sebelumnya pada bulan Desember 2009 lalu, BBPOM Bandung juga menemukan sejumlah jajanan yang mengandung formalin, termasuk jajanan di SD Astana Anyar.
“Bulan lalu kita juga menggelar uji jajanan anak. Ditemukan sejumlah jajanan berbahaya, yakni tahu putih berformalin,” kata salah seorang staf BBPOM Ali Negara Salim, kepada wartawan di SD Astana Anyar II, Selasa (12/1/2010).
Dia menambahkan, sampel-sampel jajanan yang diujikan hari ini, sudah pernah diuji pada sidak pertama. Hal itu dilakukan untuk mengetahui apakah makanan tersebut masih dijual dengan menggunakan bahan berbahaya atau tidak.
Pedagang yang menjual jajanan mengandung zat berbahaya akan dikenai sanksi. “Kalau pada sidak pertama makanan yang dijual terbukti mengandung zat berbahaya, si penjual akan ditegur,” kata Ali.
(teb)