TIMIKA – Pejabat Muspida dan anggota DPRD Mimika sejak kemarin turun menemui para tokoh kelompok yang bertikai di Kwamki Lama, Mimika, Timika Papua.
Dalam pertemuan dengan jajaran Muspida dan DPRD, panglima perang atau Waimum dari pihak atas menyatakan siap untuk mengakhiri perang, namun dia menyatakan harus membicarakan terlebih dulu kepada para keluarga korban terutama keluarga korban Albert Mom yang tewas saat perang pertama pecah
Sementara pihak kampung bawah, setelah pertemuan itu menerima apa pun keputusan baik itu damai atau perang karena tidak ada korban yang meninggal dari kelompok mereka.
Hasil pertemuan itu tadi pagi dibahas oleh Muspida dan anggota dewan di Gedung DPRD Kabupaten Mimika Jalan Cendrawasih, Selasa (12/1/2010).
Pertemuan itu dihadiri Polres Mimika, Komandan Kodim dan hampir seluruh anggota dewan.
Dalam pertemuan itu, Kapolres Mimika AKBP Mohamad Sagi memaparkan kronologi pertikaian dari awal hinga kemarin. Dari pertikaian itu, tercatat 71 orang luka ringan dan kritis, sebagian dirawat di RSUD Mimika dan RS Mitra Masyarakat.
Dari hasil pemaparan disepakati beberapa kesimpulan bahwa baik pihak pemda dan keamanan yaitu TNI dan Polri untuk melakukan pendekatan persuasif. Anggota dewan mendukung polisi untuk menegakan hukum secara tegas.
Dewan meminta kepada pihak pemda memberikan penyuluhan hukum sebagai kerja jangka panjang mencegah peperangan antar warga yang mudah tersulut. Kemudian merekomendasi kelurahan Kwamki Lama dimekarkan menjadi kecamatan dengan alasan agar lebih gampang mengontrolnya.
Meski sama-sama menyatakan belum berdamai, saat ini tidak ada saling serang. Warga hanya terlihat berjaga-jaga di kampung masing-masing dengan menenteng-nenteng panah dan tombak.
(Muhammad Yamin/RCTI/fit)