getting time...

Sidak Bocor, Cuma Pergoki Tahanan Anak Merokok

Rabu, 13 Januari 2010 17:33 wib

GRESIK – Inspeksi mendadak ke penjara seperti sedang tren, setelah Satgas Mafia Hukum sukses membongkar hotel Artalyta Suryani di Rutan Pondok Bambu, Tim Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Departemen Hukum dan HAM (Divpas Kanwil Dephum HAM) Jawa Timur melakukan aksi serupa.
 
Tapi sayang, keberhasilan Satgas Mafia Hukum tidak sukses diikuti. Diduga karena bocor, tim yang melakukan sidak ke Rutan Banjarsari, Cerme, Gresik hanya menemukan tahanan anak yang sedang asyik merokok..
 
Sidak ke rutan kelas II B yang dipimpin Kepala Divpas Kanwil Dephum HAM Jatim, Djoko Hikma Hadi diawali ke ruang tahanan anak Blok A1. Dari delapan tahanan tim tidak menemukan apapun. Namun, salah seorang tahanan anak bernama Roni (14), dengan polos mengaku dia dan beberapa teman bebas merokok.
 
“Kami biasa merokok dengan bebas. Tapi membelinya rokok di kantin,” aku Roni.
 
Pengakuan itu cukup mengagetkan, mengingat aturan tahanan anak dilarang merokok. Atas pengakuan itu, Djoko Hikma Hadi menilai bahwa rutan Banjarsari kecolongan. Sebab, bila napi atau tahanan dewasa tidak masalah, tetapi kalau anak-naka itu dilarang.
 
“Kami harapkan pihak Rutan Banjarsari memperketat pengawasan terhadap tahanan anak," terang Djoko kepada wartawan yang mengikuti sidak tadi malam .
 
Sidak dilanjutkan menyisir ruang tahanan dewasa. Di ruang tersebut sejumlah napi tampak berjubel. Karena jumlah penghuni melebihi kapasitas. Data Rutan Banjarsari, saat ini ada 281 warga binaan, lima di antaranya wanita dan delapan anak-anak.
 
“Sudah tidak layak. Idealnya rutan di sini (Banjarsari, red) hanya menampung 200 warga,” tegas Djoko Hikma Hadi.
 
Bukan hanya itu, tim juga menilai sanitasi (pembuangan) air kurang memenuhi. Sebab, saat sidak baunya cukup menyengat. Sudah begitu, kondisi pasokan airnya cukup bermasalah.
 
Kepala Rutan Banjarsari, Purwoko Suryopranoto yang dikonfirmasi terkait temuan Divpas Kanwil Dephumham Jawa Timur, mengakui kalau pihaknya kecolongan. Hanya dia berkilah, bila hal itu dilakukan saat malam hari. Karena itu pihaknya bakal memperketat pengawasan, termasuk di kantin.
 
“Memang penghuni melebihi kapasitas. Tapi hal ini memang terjadi di mana-mana,” tukasnya.
 
Dijelaskan, kalau 2010 ini Rutan Banjarsari mendapatkan anggaran APBN senilai Rp4 miliar. Dana tersebut dipakai menambah ruang tahanan. Saat ini ada tiga blok tahanan dengan 21 ruangan dan bakal ditambah 21 ruangan lagi.

(Ashadi Iksan /Koran SI/fit)