o1 o2

Catatan Redaksi


Enaknya Tinggal di Hotel 'Bintang 5' Prodeo

Rabu, 13 Januari 2010 - 13:32 wib
text TEXT SIZE :  
Share
Kemas Irawan Nurrachman - Okezone

Saya sempat tergelitik melihat sebuah judul di salah satu jejaring sosial “Hotel Bintang 5 Cabang Pondok Bambu”. Rasa penasaran pun muncul. Dalam kalimat pembukanya, sang penulis menceritakan ‘rencana’ pembukaan sebuah ‘hotel’ tersebut.

Berikut petikan tulisan tersebut:

“Hotel kami sebenarnya telah lama berdiri, namun baru pada waktu dekat ini kami resmikan karena baru mendapatkan sertifikat "BINTANG-5" untuk ukuran Lapas dan Hotel. Alasan lainnya ialah karena Hotel kami baru diakui keberadaannya setelah mendapat kunjungan mendadak dari salah satu Menteri di negeri ini,”

Sang penulis pun mencantumkan beberapa gambar untuk menggambarkan sejumlah fasilitas yang disediakan ‘hotel’ tersebut. Tak lain gambar tersebut merupakan foto dari gambar sel tahanan Artalyta Suryani yang diambil saat Satgas Antimafia Hukum melakukan sidak ke Rutan Pondok Bambu.

Digambar tersebut jelas menggambarkan bertapa istimewannya perlakuan yang diterima pelaku penyuapan kepada Jaksa Urip Tri Gunawan ini. Meski sudah divonis 20 tahun penjara, namun ‘Ratu Suap’ ini terlihat nyaman di selnya.

Bagaimana tidak, kasur empuk ukuran besar, televisi flat, pembantu pribadi, kamar mandi istimewa, ruang anak khusus, dan pendingin udara terpasang di kamar wanita yang kerap dipanggil Ayin ini.

Ternyata fasilitas serupa tidak hanya dinikmati Ayin. Aling, salah seorang napi kasus narkoba, juga dapat menikmati dinginnya kamar dengan fasilitas penyejuk udara. Bahkan, Aling mendapat fasilitas ruang karaoke pribadi.

Sementara itu pemandangan berbeda terlihat di lantai I Rutan Pondok Bambu. Di sana satu kamar berukuran 2x3, dihuni sekira 7-10 tahanan. Mereka pun harus mengipas-ngipaskan koran untuk mendapat udara sejuk. Untuk mandi pun mereka harus mengantre.

Anehnya, Dirjen Lapas Departemen Hukum dan HAM Untung Sugiono mengatakan pemberian fasilitas tersebut merupakan hal yang wajar. Dia mengatakan fungsi ruangan prakarya sudah benar. Kalau toh terselip ada beberapa fasilitas pribadi, itu masih dalam batas wajar dan tidak merugikan orang lain.

Weleh..weleh.. memang dunia ini sudah terbalik apa ya. Dalam kasus ini terlihat, bahwa penjara bukan menjadikan para tahanan sadar, namun bagaimana membuat para pelanggar hukum tersebut semakin terjebak dalam lembah hitam.

Ini juga membuktikan bahwa siapa yang memiliki uang akan mendapat ke-istimewaan di dalam rutan. Meski ini sudah menjadi rahasia umum, namun penemuan ini diharapkan dapat menjadikan pelajaran untuk lapas maupun rutan lainnya.

Departemen Hukum dan HAM pun tidak hanya mengganti Kepala Rutan Pondok Bambu, melainkan harus melakukan perombakan di tubuh Dirjen Lapas. Ini untuk membuktikan, Menkum HAM dapat menerapkan keadilan di tubuh departemennya.

Apalagi Komisi III telah mengingatkan kepada sang menteri sejak jauh-jauh hari. Muncul dugaan bahwa penemuan tersebut untuk pengalihan isu Pansus Angjet Century yang kiat hangat.

Apapun alasannya, pengungkapan temuan ini menjadi sangat penting dan diharapkan dapat memberikan penerangan di jendela hukum Indonesia. Jangan menunggu lagi, dan kalau perlu pergantian posisi di jajaran menteri diperlukan untuk melakukan reformasi.
(kem)

Bagi Pengguna Ponsel, BlackBerry Nikmati Berita Terkini Di http://m.okezone.com
Share
 Ada 0 komentar untuk berita ini. Komentar Anda?

Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan
o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

  • Jum'at, 12 Maret 2010 14:36 wib

    Haruskah Ditembak Mati?

  • Kamis, 11 Maret 2010 15:09 wib

    Mungkinkah Pajak Artis Diturunkan?

  • Rabu, 10 Maret 2010 16:12 wib

    Dulmatin Tewas, Tugas Belum Selesai

  • Selasa, 09 Maret 2010 13:45 wib

    Pembunuh Paling Populer

  • Senin, 08 Maret 2010 16:46 wib

    Menanti Kedatangan Obama

  • o3 o4