JAKARTA - Institut Studi Transportasi (INSTRAN) menilai pelayanan Bus Transjakarta dalam enam tahun ini menurun. Direktur Eksekutif INSTRAN Darmaningtiyas menilai pelayanan moda transportasi Jakarta tersebut berjalan mundur.
“Selama enam tahun berlangsung keberadaannya tidak lebih baik, tetapi malah semakin buruk atau dengan kata lain berjalan mundur," kata Darmaningtyas dalam jumpa pers di Jalan Veteran, Kamis (14/1/2010).
Beberapa indikator menurunnya pelayanan yakni jarak kedatangan antarbus (headway) makin lama, jalur busway tidak steril, waktu tempuh tidak terjamin, banyak halte kotor dan dipenuhi PKL, masalah ticketing yang lama dan sering terjadi antrean. "Ke depan sudah saatnya diberlakukan e-ticketing," tegasnya.
Meski demikian, Darmaningtyas mengakui Bus Transjakarta memang sangat dibutuhkam untuk mengurai kemacetan di Ibu Kota. Karena itu, dia meminta busway koridor IX dan X segera diaktifkan, tapi pelayanannya harus diperbaiki.
Sebelumnya, sejumlah Bus Transjakarta terbakar saat melintas di Busway. Insiden terakhir terjadi pada 29 Desember 2009 lalu. Diduga akibat korsleting listrik pada bagian AC, bus bernopol B 7600 IX dan nomor bodi JMT 061 itu ludes terbakar di Jalan Kramat Raya, pukul 14.30 WIB.
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut, namun sejumlah penumpang mengaku khawatir jika hal tersebut kembali terulang.
(Ahmad Baidowi/Koran SI/kem)