TANGERANG - Rumah kontrakan bidan Suryani di Kelurahan Gondrong RT 2/4, Cipondoh, Kota Tangerang yang ditangkap aparat kepolisian karena diduga melakukan penculikan bayi di Puskesmas Kembangan, Jakarta Barat tampak sepi. Rumah itu kini menjadi pusat perhatian warga sekitar.
Warga tampak sekedar melihat dan sekaligus membicarakan tindakan yang dilakukan oleh bidan tersebut. Bahkan sebagian warga tidak menyangka jika bidan tersebut melakukan perbuatan itu lantaran Suryani dikenal baik oleh tetangga walaupun sedikit tertutup dengan warga. Tidak hanya itu saja, warga juga tidak percaya jika bayi hasil penculikan itu dibawa ke rumah kontrakannya.
"Dia (Suryani) tinggal dengan suaminya berdua kurang lebih dua tahun dan mereka cukup baik walau kurang bergaul dengan tetangga. Mungkin sibuk," kata H Kimun ketua RT setempat.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Rika tetangga pelaku. Ia mengaku kaget jika Suryani melakukan tindakan penculikan bayi. "Cukup sopan tapi memang agak tertutup," selorohnya sambil pergi.
Seperti diketahui suster Suryani dibekuk oleh aparat kepolisian setelah didiuga melakukan penculikan bayi di Puskesmas Kembangan, Jakarta Barat. Ia dibekuk di rumah kontrakannya di daerah Cipondoh, Kota Tangerang.
Suryani melakukan penculikan terhadap bayi berjenis kelamin laki-laki dari pasangan Edi dan Murtanti di Puskesmas Kembangan pada Jumat, 8 Januari lalu. Modusnya dengan berpura-pura memberikan perawatan medis kepada si jabang bayi yang baru dilahirkan di ruang tertutup.
Setelah merasa aman, Suryani lantas membawa kabur sang bayi ke rumahnya di Kelurahan Gondrong, Kecamatan Cipondoh, RT 2 RW 4, Tangerang. Suryani berhasil dibekuk polisi beberapa hari kemudian di rumahnya.
(ahm)