PEKANBARU - Sebanyak lima ekor harimau Sumatera terpaksa turun gunung ke Desa Tanjung Sari, Kecamatan Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhu), Riau. Berkeliaran harimau itu disebabkan salah satunya karena kawasan habitat raja hutan dikepung banjir.
Kepala Bidang Wilayah I Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Edi Susanto menjelaskan lima harimau tersebut merupakan satu keluarga. Kawanan berkeliaran dan telah memakan ternak penduduk.
“Anjing milik warga juga diterkamnya. Salah satu harimau berkeliaran adalah kawasan mereka hidup di kelilingi banjir,” kata Edi dalam perbincangan dengan okezone, Rabu (14/1/2010).
Selain masalah habitat si belang dikepung banjir, yang menjadi penyebab lain yakni
kawasan hutan habitat mereka juga kini telah hancur akibat berbagai aktivitas pengundulan hutan baik oleh perusahaan maupaun masyarakat.
“Harimau juga sering tampak di jalanan dan kemarin terlihat di sebuah SPBU. Namun sejauh ini belum ada laporan penyerangan harimau kepada manusia,” tuturnya.
Biasanya, lanjutnya, harimau yang terdiri dari tiga ekor harimau dewasa dan dua anaknya sejauh ini hanya mencari makanan seperti babi hutan yang juga keluar dari hutan.
”Kami tidak bisa melakukan pengusiran karena daerah tersebut adalah wilayah jelajah harimau,” tukasnya.
Untuk mencari solusi agar tidak terjadi konflik antara manusia dan harimau, BKSDA Wilayah I saat ini melakukan kordinasi dengan pihak BBKSDA Riau .”Kami berharap manusia tidak melakukan pembunuhan harimau karena bisa terjerat hukum,” tutupnya.
(fit)