getting time...

Kesedihan & Kekecewaan Sarju Dicopot sebagai Karutan

Kamis, 14 Januari 2010 12:09 wib
Rutan Pondok Bambu (Foto: Fabian/okezone)
Rutan Pondok Bambu (Foto: Fabian/okezone)

JAKARTA - Temuan Tim Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Mafia Hukum saat Inspeksi mendadak di Rumah Tahanan Wanita Pondok Bambu, Jakarta Timur cukup menarik perhatian publik.
 
Seperti diketahui, dalam sidak itu ditemukan fakta menarik yaitu adanya pemberian fasilitas mewah kepada narapidana Artalyta Suryani alias Ayin cs. Hal ini berbuntut pada pencopotan jabatan Kepala Rutan Pondok Bambu Sarju Wibowo.

Hal ini sesuai instruksi Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar. Meski mengaku telah merelakan hatinya atas keputusan ini, namun jauh di dalam hati Sarju menyimpan rasa sedih dan kecewa.

Seperti apa ungkapan perasaan Sarju, berikut ini wawancara dengan Sarju Wibowo usai serah terima jabatan dengan penggantinya, Catur Budi Fatayatin di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Rabu 13 Januari:

Perasaan Bapak dinonaktifkan?
Bicara perasaan ya jelas sedih, terpukul dengan kejadian ini. Tapi saya menerima dengan lapang dada keputusan ini. Intinya saya siap apa pun keputusan dari Bapak Menteri.

Anggapan Bapak mengenai kebijakan itu?
Keputusan tersebut merupakan kebijakan terbaik. Selaku bawahan, saya siap saja apa pun perintah atasan. Hanya saja, saya baru menjabat satu tahun dan belum bisa memberikan hasil yang berarti ditempat ini tapi sudah...? (ucapan terputus), Pak Menteri sudah mengeluarkan surat keputusan dan saya sudah menerima surat keputusan itu.

Bapak kaget dan kecewa dengan pencopotan ini?
(Sempat menolak memberi komentar) terima kasih, terima kasih (sambil menundukan kepala dan mengelak).

Sudah tiga hari Bapak diperiksa oleh Irjen Depkumham, bagaimana kondisi saat ini?
Mas tahu sendirilah kondisi saya. Setelah di panggil Pak Menteri saya harus menjalani pemeriksaan secara terus menerus soal pemberitaan kalian itu. Capek, sudah tiga hari ini tidak bisa istirahat. Saya sebagai Karutan (Kepala Rutan) memang yang paling bertanggungjawab kalau ada kejadian-kejadian, tapi saya serahkan semuanya kepada mereka (irjen).

Apakah pemeriksaan sudah selesai?
Sudah, hanya saja saya harus kembali menandatangani banyak berkas.

Kenapa harus mengistimewakan antara satu napi dengan napi lainnya?
Semua napi sama. Tidak ada pengistimewaan, kebetulan saja dia (Ayin) sedang menempati ruangan itu. Ruangan itu adalah ruang pelatihan keterampilan bagi seluruh warga binaan rumah tahanan. Kebetulan, itu memang dikomandani Artalyta. Tapi ruangan itu bukan ruangan Artalyta dan Aling. Kedua terpidana itu tidur di ruangan lain.

Apakah soal kesejahteraan para sipir yang menjadi faktor utama dibolehkanya praktik pemberian fasilitas mewah bagi napi tertentu?
Sudah saya jelaskan semuanya. Kurang apa lagi sih dari saya. Tolong bantu saya untuk membenahi kondisi rutan ini. Kesejahteraan memang penting dan sangat penting, tapi itu bukan berarti kita bisa seenaknya menyalahi aturan.

Lantas, kenapa ada perlakuan khusus buat Ayin?
Kita tidak memberikan perhatian khusus, semua sama. hanya saja Ayin sering membantu mendanai kegiatan-kegiatan di dalam. Kalau kita memberikan itu kan sama saja melanggar Undang-undang Nomor 12/1995 tentang Lembaga Pemasyarakatan. Di situ kan jelas diatur bahwa setiap napi harus mendapat perlakuan dan pelayanan yang sama. Masa saya mau melanggar sendiri UU itu.

Bapak juga pernah menerima sejumlah uang dari Ayin?
Ya Allah, tidak ada itu. Sekali lagi saya tegaskan itu tidak ada. Itu fitnah.

Rencanaya, kapan Ayin dipindahkan?
Itu bukan wewenang saya lagi, yang terpenting pembenahan dulu

Katanya dipindahkan di Lapas Nusa Kambangan Cilacap?
Saya tidak tahu. Itu bukan kewenangan saya lagi. Terima kasih ya.

Pada masa transisi posisi Karutan, apa yang terjadi di dalam?
Semua melakukan pembenahan.

Pembenahan seperti apa?
Pembenahan yang menyeluruh, artinya dibenahi semua. Tapi tidak serta merta, yang penting kita dulu.

Maksud Bapak?
Ya, pembenahan aparatnya dulu di dalam. Selama ini banyak sekali persoalan-persoalan yang perlu dibenahi misalnya menyangkut penjaga rutan yang sangat terbatas, kesejahteraan yang masih minim, dan banyak lagi, di samping soal kelebihan kapasitas.

(m purwadi/Koran SI/lsi)

  • no_coment » 0 Tanggapan
    klo da ketauan kayak gini smua pd cuci tngn, sok suci,,,kmn aj slama ini.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Jaka Kendils » 0 Tanggapan
    memang lidah itu tidak bertulang
    Beri Tanggapan Laporkan
  • sumarjoko » 0 Tanggapan
    satagas itu beraninya hanya pada penegak hukum sipil saja ,saya nggak heran , berani nggak mengusik penegak hukum bersenjata macam polisi?
    Beri Tanggapan Laporkan
  • gogo » 0 Tanggapan
    sebaiknya satgas mafia hukum juga sidak ke daerah2 spt surabaya (rutan medaeng).
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Muhiamin » 0 Tanggapan
    Korban Konspirasi....ternyata di Indonesia motto tidak ada anak buah yang bersalah selain Komandan tidak berlaku melainkan sebaliknya tidak ada komandan yang bersalah, lebih baik mengorbankan anak buah...terimalah semuanya ini dengan kesabaran pak sarju...ini adalah kenyataan... cubit pipi anda... ini bukan mimpi
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.