getting time...

Aliran Sesat

Pemimpin Surga Eden Ditetapkan Tersangka

Jum'at, 15 Januari 2010 19:21 wib
Disegel.(foto: Tantan/SI)
Disegel.(foto: Tantan/SI)

BANDUNG – Setelah menjalani pemeriksaan lebih dari 1 X 24 jam, akhirnya Satuan Operasional I Ditreskrim Polda Jabar menetapkan Ahmad Tantowi, (57), istrinya Endang (35), dan pengikutnya Ros, sebagai tersangka dalam kasus pencabulan dan perbuatan tak senonoh dialiran sesat Surga Eden.
 
Bahkan ketiganya langsung dijebloskan kedalam tahanan Mapolda Jawa Barat.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Dade Achmad didampingi Kasatops 1 AKBP Enggar Pareanom mengatakan, ketiga orang itu masih dijerat pasal pencabulan.
 
"Tantowi dijerat pasal 285 KUH Pidana tentang Pencabulan juncto pasal 335 KUH Pidana tentang Perbuatan tidak Menyenangkan.
 
Sementara Endang dan Ros dikenai pasal 55 juncto 56 KUH Pidana yaitu turut serta dan membantu dalam perbuatan jahat. Pasalnya, saat Tantowi menggauli korban yang juga pengikutnya, Endang dan Ros yang memegangi korban," beber Enggar di Mapolda Jawa Barat, Jumat (15/1/2010).
 
Ketika disinggung, terkait masalah dugaan penistaan agama hingga kini penyidik masih mendalaminya.
 
"Kami masih terus memeriksa para pengikut-pengikutnya serta pentolan aliran tersebut. Untuk itu kami masih perlu minta keterangan dari saksi ahli MUI dan Depag Jabar. Karena itu para pengikut dan pentolannya masih kami mintai keterangan," tegas Enggar.

(Yugi Prasetyo/Koran SI/fit)

  • Muhtasor » 0 Tanggapan
    aliran maupun ajaran sesat tidak saja muncul pada masa sekarang, akan tetapi sudah ada pada jaman sahabat Rasulullah saw. seperti munculnya orang-orang yang memproklamirkan dirinya sebagai nabi dan rasul. Tindakan sahabat Rasulullah saw. pada saat itu adalah memberantas orang-orang tesebut beserta seluruh pengikutnya. Pemberantasan yang dimaksud adalah terlebih dahulu dilakukan sebuah pendekatan persuasif terhadap mereka. Apabila tidak bisa diajak ke jalan yang lurus, maka diambil langkah berikutnya, yakni memeranginya. Demikian pula fenomena yang terjadi di era sekarang ini. Kita harus meniru terhadap setiap tindakan maupun langkah-langkah yang ditempuh oleh para pendahulu kita, yang notabenenya sebagai imamu al-muslimin wa al-mu'minin (imam/pemimpin orang-orang Islam dan orang-orang yang beriman) sebagai penerus dan pewaris tampuk kepemimpinan Nabi akhir zaman, nabi penutup kenabian dan kerasulan, berarti tidak akan diutus nabi dan rasul pada masa setelah Rasulullah saw. Secara hirarkis tampuk kepemimpinan tersebut menyambung hingga sekarang. Jadi kesimpulannya segala tindak perilaku yang terjadi, solusinya harus diberantas sesuai langkah-langkah yang pernah dilakukan oleh para sahabat Nabi saw. yang secara nash al-Qur'an dan al-Hadits telah dijamin benar dan dipastikan masuk surga, karena senantiasa hati-hati dalam bertindak dan mengambil keputusan, yakni selalu berdasar kepada al-Qur'an dan al-Hadits.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.