SURABAYA - Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf menilai Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebaiknya tidak perlu turut campur dalam konflik PKB. Sebab PBNU tidak pantas menjadi mediator untuk rekonsiliasi.
Gus Ipul, sapaan akrab Wagub Jatim ini mengatakan, selama ini PBNU dianggap tidak jarang menjadi "pemain" juga dalam partai yang didirikan oleh Abdurrahman Wahid itu.
"Selain itu, PBNU jangan hanya bisa menyalahkan. Sebab sedikit banyak konflik di tubuh PKB berasal dari kepemimpinan PBNU," katanya, di Kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan, Surabaya, Sabtu (16/1/2010).
Gus Ipul, yang juga selaku Ketua Umum GP Ansor ini berpendapat, melihat perkembangan sekarang ini, sangat mungkin islah akan tercapai. Karena PKB Pro Muhaimin maupun PKB Pro Gus Dur memiliki kesamaan dan berharap adanya islah.
"Baik Pro Muhaimin atau Pro Gus Dur, kedua-duanya memiliki spirit yang sama-sama islahnya. Tinggal jalan keluar dan keputusan yang bisa dijadikan langkah awal rekonsiliasi," ujarnya.
Lebih lanjut, Gus Ipul yang juga mantan Menteri Percepatan Daerah Tertinggal melanjutkan, islah-nya PKB harus dimediatori pihak-pihak yang tidak terlibat, dan dilakukan oleh orang yang memahami islah sesungguhnya.
"Pihak sebagai mediator itu haruslah tidak memihak dan sama-sama menjadi panutan, baik dari kubu Yenny Wahid (Pro Gus Dur) maupun Muhaimin. Jadi nanti keputusannya bisa diterima kedua belah pihak," imbuhnya.
Gus Ipul berharap, islah dan rekonsiliasi di semua elemen demi kesatuan dan kekuatan PKB baik Pro Muhaimin Iskandar ataupun Pro Gus Dur ini ada mediator dari pihak yang tidak terlibat di dalamnya.
(hri)