getting time...

Ketua DPR Ajarkan Guru Mogok Mengajar

Minggu, 17 Januari 2010 19:02 wib
Ketua DPR Marzuki Alie (Foto: Koran SI)
Ketua DPR Marzuki Alie (Foto: Koran SI)

JAKARTA - Ketua DPR Marzuki Alie mengusulkan kepada guru swasta untuk mogok belajar selama satu hari agar pemerintah meningkatkan kesejahteraan mereka.

Sebab sudah semestinya pemerintah memperhatikan nasib para guru serta dosen swasta dan tidak hanya para guru negeri. Pasalnya guru dan dosen swasta ini memiliki peran terhadap pendidikan di negara ini. Marzuki juga menyarankan kepada Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) melakukan koordinasi untuk melakukan gerakan satu hari tidak mengajar sebagai bukti kesetiakawanan sosial bagi guru swasta.

Menurutnya, tanggung jawab utama masalah pendidikan ada pada pihak yang berkecimpung langsung seperti jajaran menteri dan bawahannya.

"SBY itu kan presiden, tidak tahu masalah detail itu, yang bertanggung jawab adalah yang di bawah menteri seperti dirjen, direktur dan kasubditnya. Mereka yang harus memikirkan bagaimana peningkatan guru swasta dan peningkatan kesejahteraan mereka," ujarnya.

Politisi dari Partai Demokrat ini mengakui nasib guru swasta sangat memprihatinkan dari sisi upah yang mereka terima. “PGRI benar-benar harus memperjuangkan mereka,” tegasnya. Namun, sebelumnya dirinya meminta agar pihak PGRI memiliki data base menangani jumlah dan kualifikasi guru swasta.

Sementara Ketua PGRI Sulistyo mengatakan, perlakuan terhadap guru swasta dan guru wiyata bakti sangat diksriminatif. Banyak yg menerima upah sangat memprihatinkan bahkan ada yang di bawah upah buruh pabrik.

Dirinya juga menyatakan sudah beraudiensi dengan DPR mengenai permintaan peraturan untuk guru swasta, honorer, dan wiyata bakti yang telah mendapat respon positif dari Ketua DPR RI. “Kami juga meminta edaran mengenai larangan guru negeri ditempatkan di sekolah swasta kecil ataupun miskin perlu dicabut,” tandasnya.
(Neneng Zubaidah/Koran SI/ful)

  • nenen » 0 Tanggapan
    jangan..ngajarin yg jelek..perawat udah pernah,mogok. sekarang guru..bagai mana kalau polisi sama tentara ikut mogok kerja..saya jamin negara kita akan hancur..ajarilah mereka cara2 menuntut hak mereka dengan baik dan benar suatu saat pasti di penuhi...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • iwan » 0 Tanggapan
    Betul pak...istri saya mengajar di smk kesehatan kendari aja honornya selama 6 bulan cuma kurang dari 900 rb. gimana mau maju pendidikan... ongkos mikrolet aja 5rb /hari
    Beri Tanggapan Laporkan
  • sudarto » 0 Tanggapan
    seharusnya pak marzuki ini lebih arif.......justru bapaklah yang harus mengusulkan kesejahteraan mereka kepada pemerintah kalau perlku BAPAK MOGOK MAKAN........jangan korbankan anakdi2k dan kasihaniah orangtua yang sudah meyekolakan anak2nya ke sekolah swasta dengan mahal.......kalau perlu buatlah PERSATUAN GURU2 SWASTA REPUBLIK INDONESIA (PGSRI)....
    Beri Tanggapan Laporkan
  • mbakndang » 0 Tanggapan
    lha ini lagi lagi kader demokrat asal njeplak...ngikut ruhut ama mubarok kali. memang sudah rusak negara ini
    Beri Tanggapan Laporkan
  • zulkifli » 0 Tanggapan
    Duh ketua DPR aja menganjurkan mogok,itu bukan solusi pak,itukan kerjaannya orang orang2 pedalaman apalagi sampai turun ke jalan.wow....bangsa bwobbbrok.diplomasi,terobosan dan bayak lagi cara untuk menuju kebaikan.hah bosan !
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.