BALIKPAPAN - Penyebab kebakaran yang terjadi di kilang Balikpapan II yang memproduksi 200 ribu barel per hari telah diketahui.
Penyebab kebakaran karena terjadinya kebocoran di sistem perpipaan tepatnya di Reboiler Deponizer yang memiliki kandung gas yang cukup tingggi.
“Untuk memadamkan api, kita stop aliran gas sehingga baru bisa dipadamkan. Api baru bisa padam total sekitar pukul 23.55 Wita malam tadi,” ungkap General Affair Manager M. Husni Banser dalam keterangan pers di kantor Pertamina Jalan Yos Sudarso, Balikpapan, Minggu (17/1/2010).
Pertamina hingga kini belum bisa memastikan jumlah kerugian yang dialami akibat kebakaran ini. yang pasti tidak terjadi kekukarangan pasokan BBM untuk wilayah Indonesia Timur karena yang terbakar hanya bagian kecil dari rangkaian proses pengolahan minyak di kilang Balikpapan.
Sementara Public Relation Pertamina Refinery V Fety mengatakan, lokasi kebakaran yang terjadi pada Sabtu malam pukul 22.15 Wita ini berada di plant 3A atau Unit Reboiler Debutanizer yang menjadi proses sekunder pngolahan minyak.
Fety memperkirakan, proses perbaikan akan memakan waktu tiga hari dari sekarang. “Tim dari pusat dan disini akan bekerja untuk mengembalikan ke posisi normal minimal tiga hari. Forensik dari Polda Kaltim juga akan datang,” tambahnya.
Kebakaran yang terjadi semalam merupakan kebakaran yang ketiga kalinya. Sebelumnya, sempat terjadi kebakaran di kompleks kilang pada tahun 2000 dan kebakaran kantor security pada pertengahan 2009 lalu.
(teb)