JAKARTA - Ibu muda, Amanda (25), yang membekap anaknya hingga tewas, Sabtu 16 Januari lalu, diduga mengalami guncangan jiwa atau stres. Pasalnya, Amanda seringkali menyakiti putrinya, Putri Ananda (2).
Hal ini diungkapkan oleh tetangganya yang sering mendengar dan melihat kekerasan yang dilakukan oleh Amanda kepada Putri.
"Ibunya itu stres. Sering menyakiti Putri sampai menangis. Kalau Putri terlihat luka sering saya tegur," kata Lina, pemilik kos tempat Amanda tinggal bersama suaminya, saat berbincang dengan okezone, Senin (18/1/2010).
Lina juga menduga stres-nya Amanda mungkin disebabkan oleh faktor ekonomi. Ini bisa dilihat dari tempat tinggal keluarga kecil itu yang hanya menempati satu kamar kos-kosan.
Pantauan okezone, kamar kos yang ditinggali Amanda, suami, dan anaknya hanya berukuran 3x3 meter. Dengan membayar Rp300 ribu per bulan, Amanda sudah tinggal selama dua tahun di kosan yang beralamat di Jalan Kartini 13, RT13/2, Kelurahan Kartini, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Diberitakan sebelumnya, Putri Ananda (sebelumnya disebut Putri Anisa) tewas ketika tertidur pulas bersama Amanda. Dikabarkan Putri tewas karena kelalaian Amanda yang tidak sengaja membekap dengan bantal dan badannya.
Namun Polsek Sawah Besar menduga ada unsur kesengajaan dengan tewasnya Putri. Kini Amanda untuk sementara mendekam di Mapolres Jakarta Pusat.
"Karena ini kan masuk KDRT, tersangka sementara kita jerat dengan pasal berlapis KDRT dan 351 KUHP ayat 3," tutur Kepala Unit Reserse dan Kriminal Polsek Sawah Besar, Inspektur Satu Supriyadi saat dikonfirmasi okezone, Sabtu lalu.
(hri)