JAKARTA - Syarifudin, ayah dari balita yang tewas diduga dibekap ibunya, Putri Ananda, dikabarkan stres dengan tewasnya anak semata wayangnya.
Menurut pengurus kosan tempat keluarga kecil itu tinggal, Lina, ketika mengetahui putrinya meninggal Syarifudin sangat syok dan histeris. Tapi Syarifudin tidak bisa berbuat apa-apa dengan kejadian ini.
Kini, lanjut Lina, Syarifudin mengungsi ke rumah kakaknya yang berlokasi di Rawamangun untuk menenangkan diri.
Putri merupakan anak satu-satunya dari pasangan Syarifudin dan Amanda, yang baru berusia 2 tahun. Karena merupakan putri pertama, Syarifudin sangat menyayangi putrinya ini.
"Bapaknya terlihat sayang sama putri satu-satunya itu. Kalau mau dagang, bapaknya suka ngajak Putri jalan-jalan dulu," terang Lina, saat berbincang dengan okezone, Jalan Kartini 13, RT13/2, Kelurahan Kartini, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Sabtu (18/1/2010).
Syarifudin menghidupi keluarga muda ini dengan berdagang. Namun sepertinya, usaha dagangnya belum bisa memberikan kehidupan yang layak buat keluarga. Karena selama ini keluarga kecil ini hanya bisa menempati kamar kos kecil yang berukuran 3x3 meter.
Dengan kehidupan yang jauh dari cukup ini, diduga membuat istri Syarifudin, Amanda, menjadi stres. Hal ini pun diakui oleh Lina yang setiap berinteraksi dengan Amanda.
Diberitakan sebelumnya, Putri Ananda (sebelumnya disebut Putri Anisa) tewas ketika tertidur pulas bersama Amanda. Dikabarkan Putri tewas karena kelalaian Amanda yang tidak sengaja membekap dengan bantal dan badannya.
Namun Polsek Sawah Besar menduga ada unsur kesengajaan dengan tewasnya Putri. Kini Amanda untuk sementara mendekam di Mapolres Jakarta Pusat.
"Karena ini kan masuk KDRT, tersangka sementara kita jerat dengan pasal berlapis KDRT dan 351 KUHP ayat 3," tutur Kepala Unit Reserse dan Kriminal Polsek Sawah Besar, Inspektur Satu Supriyadi, sat dikonfirmasi okezone, Sabtu 16 Januari lalu.
(hri)