tragedi sukhoi

Guruh Kampanye Lewat Media

Taufiq: Itu Bukan Gaya PDI Perjuangan

Amirul Hasan - Okezone
Senin, 18 Januari 2010 13:22 wib
Taufiq Kiemas (Foto: Koran SI)
Taufiq Kiemas (Foto: Koran SI)

JAKARTA - Sejumlah kader mulai menunjukkan dirinya untuk memperebutkan posisi Ketua Umum PDI Perjuangan. Salah satunya Guruh Soekarnoputra yang kini sibuk kampanye menggunakan media massa. Namun gaya tersebut dikecam Ketua Deperpu PDIP Taufiq Kiemas.

“Meramaikan (bursa Ketua Umum) tidak di Koran, tapi di PAC itu. Kalau di Koran bukan gaya PDIP,” kata Taufiq di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/1/2010).

Dia menjelaskan, posisi PDI-P1 terbuka untuk semua kader partai berlambang banteng dengan moncong putih itu.

“Kalau mau menjadi Ketua Umum PDIP, dari enam bulan silakanlah ke PAC sebanyak 7.000 di Indonesia ini. Kalau sanggup mengumpulkan 3.600 PAC harapannya bisa. Tapi bagi kita demokrasi di PDIP lebih penting adalah di PAC-nya,” tegasnya.

Prosedurnya, lanjut Taufiq, setiap anak cabang sudah memiliki nama untuk ketua umum, DPC, dan Ketua DPD.

“Jadi ini demokrasi kita dari bawah bukan di kongresnya. Kita demokrasi dari bawah, cabang membawa hasil konfercab-nya, tidak perlu ribut-ribut lagi. Kalau mau ribut-ribut cari cabang yang belum konfercab, di sana berjuang,” tandasnya.

Ditanya kemungkinan bursa Sekjen PDIP dibuka, Taufiq berujar singkat. “Mungkin.”
(kem)

  • margadureja » 0 Tanggapan
    di Sukabumi PDI Kekurangan Kader, masa mantan pelacur yang suka buka2 aurat didepan kamera mau dijadikan calon wakil kepala daerah, mana semangat bung karno nya coy??? ga ada !!!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Franklin Mangunsong » 0 Tanggapan
    PDIP modalnya semata2 hanya nama besar Soekarno. Jadi ngga ada jalan lain, supaya suaranya ngga turun dari 15 % di pemilu 2014, maka pilihlah ketua umum dengan darah murni Soekarno. Kalau pilih Guruh, pasti tambah terpuruk. Kalau Puan, turunan anak perempuan. Mungkin Puti Guntur yang paling pantas.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.