tragedi sukhoi

Bursa Ketum PDIP

Pesan Mega Anak Muda Harus Bersabar

Amirul Hasan - Okezone
Senin, 18 Januari 2010 14:49 wib

JAKARTA - Menjelang bursa pemilihan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), muncul nama Guruh Soekarnoputra yang mencalonkan diri. Bahkan adik Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri ini mulai berkampanye via media massa.

Bagaimana tanggapan kader PDIP terhadap pencalonan Guruh sebagai Ketua Umum PDIP periode 2010-2015? Pengurus Dewan Pimpinan Pusat PDIP Maruarar Sirait menegaskan, Megawati sudah harga mati sebagai pimpinan partai moncong putih itu untuk lima tahun ke depan.

"Bu Mega itu sudah melalui jalan yang panjang dari seorang ibu rumah tangga hingga menjadi politisi. Beliau pernah dizalimi dan beliau benar-benar berjuang di lapangan," papar kader PDIP yang juga anggota DPR di Senayan, Jakarta, Senin (18/11/2010).

Mengutip pernyataan Mega, Maruarar berucap, "Pesan Mega untuk kader muda PDI, anak muda harus sabar. Jangan menghalalkan segara cara untuk mencapai tujuan, jalani proses."

Bagaimanan kalau Mega tak bersedia dicalonkan? "Kalau Mega tak mau lagi dicalonkan sebagai ketua umum justru kita bingung. Karena kita butuh tokoh yang bisa merekatkan semua elemen," terang Ara, sapaan Maruarar.

Menurut dia, ke depan PDIP harus mampu menggabungkan ketokohan Megawati dengan modernisasi. "Jadi bagaimana menyatukan figur Megawati tapi juga responsif terhadap kebutuhan publik untuk menjadi partai yang moderen," tandas dia.

Berbeda dengan Amin Rais yang mengambil peran sebagai Ketua MPP PAN, Mararuar tetap dalam pandangannya Megawati sebagai ketua umum. "Harus, harga mati. Megawati pasti menjadi ketua umum 2010-2015," tegas Ara.

Kata dia tidak khawatir pencalonan Mega akan menghambat kaderisasi partai. "Regenerasi itu bukan sekadar ganti orang, tapi juga ganti pemikiran, ganti sistem," ujarnya.

Kalau Puan Maharani bagaimana? "Ya dukung ibunya dong," kata Maruarar yang mempersilakan Guruh ikut dalam pencalonan Ketum PDIP mendatang. "Ya silakan saja, namanya juga berusaha walaupun pada akhirnya Megawati yang menang," pungkasnya.(ram)
(ram)

  • Franklin Mangunsong » 0 Tanggapan
    Kasihan betul partai PDIP. Modalnya cuma bawa nama besar Soekarno, supaya dipilih oleh pengikut fanatiknya dan rakyat yang (maaf) bodoh. Sementara keturunan biologis Soekarno tidak ada mendekati bahkan 1 % kehebatan Soekarno, sehingga partai ini terus mengecil. Elite2 partai juga sibuk mengurusi kepentingan sendiri, bermewah2an dan tidak mencerminkan 'partai kerakyatan'. Kalau sudah memang tidak mampu, sebaiknya partai ini melepaskan klaim atas Soekarno, krn. beliau adalah milik dan kebanggaan seluruh rakyat Indonesia.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • imron » 0 Tanggapan
    seharusnya megawati siap mundur dan digantikan oleh yang lain yang siap memimpn, megawati hanya memberi support supaya PDIP partai regenerasi
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.