TEGAL - Dua orang guru swasta peserta aksi mogok makan kembali dilarikan ke rumah sakit. Mereka adalah Ali Ghozi (26), guru MI Tarub dan Abdi Utomo (26) guru MI Pacul dan SD Penawaja Talang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
Hingga hari ke tiga aksi mogok makan yang dilakukan Forum Guru Swasta (Forgusta) Kabupaten Tegal, jumlah peserta aksi yang masuk ke rumah sakit bertambah menjadi tiga orang. Mereka dirawat di RSI PKU Muhammadiyah, Adiwerna.
Sebelumnya, Adi Pujuh (33), seorang peserta terpaksa dibawa ke rumah sakit lantaran kondisinya lemah akibat mengalami dehidrasi, Sabtu (16/01/2010). Total peserta aksi mogok makan menuntut kenaikan tunjangan penghasilan sebesar Rp250.000 ini sebanyak 15 orang, namun kini hanya tersisa dua orang.
Ketua Forgusta Fatah Yasin mengatakan, meski banyak peserta yang bertumbangan, namun aksi mogok makan itu akan terus dilakukan hingga tuntutan dipenuhi. "Kami juga masih undang relawan lain yang mau ikut mogok makan," katanya, Senin (18/1/2010).
Menurut Fatah, aksi mogok makan dilakukan karena tuntutan kenaikan tunjangan sebesar Rp250.000 belum kunjung dipenuhi oleh Pemkab Tegal. Bahkan, hasil pembahasan Badan Anggaran (Banan) DPRD setempat, alokasi dana untuk guru swasta hanya sebesar Rp5 miliar.
Jumlah ini menyusut sekitar Rp3,3 miliar dibandingkan pada 2009 lalu yang mencapai Rp8,3 miliar. "Kami akan terus berjuang sampai tuntutan dipenuhi. Kami juga berencana konsultasi ke gubernur untuk bedah anggaran APBD II," tandasnya.
(Kastolani/Koran SI/ram)