getting time...

Prediksi Gempa Sumatera Tak Bisa Dipercaya 100 %

Muhammad Saifullah - Okezone
Selasa, 19 Januari 2010 07:47 wib

JAKARTA - Sejumlah ilmuwan terkemuka di Eropa mengeluarkan peringatan bakal terulangnya gempa serta tsunami yang menghantam pantai barat Sumatera. Namun, pakar gempa Universitas Indonesia tidak begitu saja mempercayai prediksi ini.

“Soal prediksi tidak bisa dipercayai 100 persen, kalau kemungkinan terjadi bisa iya, bisa juga tidak,” ujar pakar gempa Universitas Indonesia (UI) Doktor Abdul Haris saat berbincang dengan okezone di Jakarta, Selasa (19/1/2010).

Haris menyebutkan, di atas kertas gempa berkekuatan besar memang berpotensi terjadi di Pulau Sumatera. Pasalnya, wilayah tersebut masuk dalam zona merah. Namun, terkait kapan dan dimana lokasi persis gempa akan terjadi masih menjadi misteri. “Kalau diprediksi tahun sekian itu tidak bisa,” terangnya.

Terlepas dari prediksi yang bermunculan, Haris menyarankan agar warga Sumatera senantiasa waspada menghadapi adanya gempa berkekuatan besar. Pemerintah setempat juga harus siaga menghadapi bencana yang bisa datang kapan saja. “Kewaspadaan yang harus lebih ditingkatkan. Bagaimana bersikap saat gempa datang serta penanganan pasca bencana,” ujarnya.

Peringatan dari para pakar gempa Eropa mengenai gempa bumi berskala besar di Sumatera ditulis melalui surat yang dikirimkan ke jurnal terkemuka Nature Geoscience. Para ilmuwan itu dipimpin John McCloskey, seorang profesor Institut Penelitian Ilmu Lingkungan dari Universita Ulster, Irlandia Utara.

Para ahli menyebut, bahaya gempa itu datang dari bertambahnya tekanan terus-menerus selama dua abad di bagian paparan Sunda. Paparan Sunda merupakan salah satu zona gempa paling berbahaya di dunia yang membentang sepanjang perairan Sumatera bagian barat. Termasuk bagian itu adalah Kepulauan Mentawai yang berada “di ambang kerusakan”, demikian diperingatkan para ilmuwan.

“Ancaman gempa yang dapat menimbulkan tsunami berkekuatan besar dengan 8,5 Skala Richter (SR) di Mentawai tidak dapat didebat. Ada potensi korban jiwa sama besarnya dengan tsunami Samudra Hindia pada 2004,” demikian pernyataan mereka.
(ful)

  • jo » 0 Tanggapan
    ketololan dan kemunafikan yg memusnahkan manusia...adapaun informasi apapun yg diketahui harap tlg disebarkan tanpa menambahkan. jgn hanya alasan berlindung pada allah.kita nga percaya prediksi gempa..ini prediksi bukan pake dukun pak..ini pake teknology. th 2004 prediksi tsunami nga percaya terjadi..th 2009 sudah dikatakan th 2007 terjadi juga. saya sebagai warga di lokasi gempa hanya bisa pasrah dan waspada aja.memang ajal semua di tangan tuhan. tapi dimana tindakan pemerintah buat membantu warganya..dana th 2009 buat bantuan rumah aja belom kami terima..PARAHHHHHH
    Beri Tanggapan Laporkan
  • surjimi » 0 Tanggapan
    pokok kita semua jngan panik....kita hrus waspada
    Beri Tanggapan Laporkan
  • dody » 0 Tanggapan
    kalau tawakal saja, tanpa adanya usaha, itu namanya bodoh . harusnya disikapin dengan positif dan waspada serta melakukan antisipasi untuk menyikapin kemungkinan semua hal yang terjadi.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • asep » 0 Tanggapan
    Saya yg tinggal d Padang tiga hari terakhir ini memang melihat adanya tanda2 serupa seperti sebelum gempa 30 september. Tapi, semoga saja tidak terjadi.. amin ya rabbal alamin.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Sutarni » 0 Tanggapan
    kalo tidak mau diperingatkan secara dini silahkan saja.....kalau terjadi gempa beneren, jangan menyalahkan pemerintah tapi salahkan saja orang yang menyangkal prediksi tsb
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.