getting time...

Angin Puting Beliung Tewaskan 4 Orang

Selasa, 19 Januari 2010 05:12 wib

BANYUMAS - Musibah angin puting beliung yang melanda sejumlah daerah di Jawa Tengah, Minggu (17/1) menewaskan empat orang warga. Daerah yang diterjang angin kencang tersebut adalah Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara.

Sementara empat orang tewas dalam musibah tersebut, dua di antaranya warga Banyumas, dan masing-masing satu orang warga Banjarnegara dan Purbalingga. Di Banyumas dua korban tewas merupakan pasangan suamiistri (pasutri) yakni Ahmad Nur Hidayatulloh (28) dan Shinta Pardana (25), warga Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Banyumas. Keduanya tewas tertimpa pohon setelah diterjang angin puting beliung saat melintas di Desa Sokawera RT 01/01,Kecamatan Patikraja, Banyumas.

“Kedua korban tewas mengalami luka parah di kepala belakang karena tertimpa kayu besar saat melintas dari arah barat ke timur. Warga langsung menolong korban, namun nyawa (mereka) tidak bisa diselamatkan,” tandas seorang warga Desa Sokawera RT 01/01,Wahyu Triono (24) di lokasi kejadian kemarin.

Musibah tersebut juga merusak puluhan rumah di Desa Pandak, Kecamatan Baturraden,Banyumas. Di Banjarnegara satu orang tewas bernama Eko Yoga Saputra (19), warga Desa Tanjunganom, Kecamatan Rakit. Korban tewas juga akibat tertimpa pohon besar seusai mengantarkan ayahnya, Eko Waluyo (45), yang akan pergi ke Jakarta melalui terminal bus PLTA Mrica.

“Angin kencang menyebabkan pohon angsana roboh dan menimpa pengguna jalan. Saat warga memberi pertolongan, korban sudah meninggal. Kejadiannya hanya 100 meter dari terminal,” tandas Ibnu, seorang saksi mata.

Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Banjarnegara Dwi Suryanto mengaku, angin puting beliung telah merusak puluhan rumah di sembilankecamatan. “Dua rumah antaranya roboh, 33 rusak berat, dan 23 rusak ringan,” ujarnya. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara akan memberikan santunan kepada para warga yang rumahnya mengalami rusak berat Rp500.000 dan rusak ringan Rp100.000. “Bagi yang rumahnya roboh masing-masing dapat Rp1,5 juta,” ujarnya.

Di Purbalingga ratusan rumah milik warga juga rusak akibat diterjang puting beliung. Rumah warga yang mengalami kerusakan paling banyak terjadi di Kecamatan Kejobong. “Yakni 89 rumah rusak. Rinciannya 41 rumah di Desa Bandingan, 22 di Desa Lamuk, 11 rumah di Desa Gumiwang. Masing-masing tujuh rumah di Desa Krenceng, Desa Sokanegara, serta satu rumah di Desa Kejobong,” kata Camat Kejobong Idayanti.

Selain itu, kata Idayanti, angin kencang juga menewaskan seorang warga Desa Krenceng, Kecamatan Kejobong bernama Satiman (25), setelah tertimpa kandang ayam. Di Cilacap angin puting beliung merusak puluhan rumah warga di tujuh kecamatan. “Tujuh kecamatan tersebut masing-masing Kecamatan Bantarsari, Gandrungmangu, Sidareja, Cipari, Wanareja, Majenang, dan Karangpucung,” tandas Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap Dangir Mulyadi.
(Koran SI/Koran SI/ful)

  • Nurul Huda » 0 Tanggapan
    angin beliung, gempa, banjir, tsunami dll merupakan ayat Allah, maka kita harus lebih mendekatkan diri kepada-NYA dan bermuhasabah, apa salah dan dosa yang pernah kita perbuat ?
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.