Mobil tertimpa tembok.(foto:Sundoyo)
KUDUS - Hujan disertai angin yang melanda Kudus siang tadi mengakibatkan tembok sebuah bangunan di Jalan Dr Wahidin runtuh dan menimpa sebuah mobil dan motor.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun dua penumpang mobil dan pengemudi sepeda motor harus dilarikan ke rumah sakit karena luka parah.
Peristiwa ini berawal saat Ahmad Taufikurrahman, (42), warga Perumahan Sumber Indah Tenggeles, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus dan Aris Santoso (40), warga Jati Wetan RT 03/RW 02 melaju menggunakan mobil Suzuki Katana H 7061 HG di Jalan Dr Wahidin tepatnya di Desa Demangan RT 02/RW 02, Kecamatan Kota sekira pukul 10.00 WIB.
Tiba-tiba tembok bangunan di sisi jalan runtuh dan menimpa mobil yang mereka tumpangi.
Tembok bangunan setinggi tujuh meter dan panjang sepuluh meter tersebut juga menimpa seorang pengendara sepeda motor Dwi Febriana (19), warga Dukuh Bancakan Payaman RT 02/RW 01, Kecamatan Mejobo yang sedang dalam perjalanan pulang dari tempat kerja.
Warga setempat yang melihat kejadian ini langsung berhamburan ke lokasi. Mereka segera membersihkan reruntuhan tembok di mobil dan mengeluarkan tubuh Ahmad Taufikurrahman dan Aris Santoso.
Kedua korban dan pengemudi sepeda motor langsung dilarikan ke RS Mardi Rahayu Kudus untuk mendapatkan perawatan medis. Ketiganya mengalami luka parah di bagian kepala.
Salah seorang tukang becak Turikan menjelaskan, kejadian ini berlangsung sangat cepat. Dia yang saat kejadian berada tidak jauh dari lokasi itu mendengar suara keras dan suara minta tolong dari arah gudang.
”Saya segera berlari ke arah suara itu dan melihat sebuah mobil dan motor sudah tertimpa tembok bangunan. Saya lantas memberitahukan hal ini kepada warga lain,” kata Turikan.
Sementara, Aris Susanto mengaku sempat membersihkan reruntuhan yang menimpa mobilnya. Namun, karena pintu terkunci dia segera berteriak minta pertolongan. ”Saya berusaha keluar, tapi tidak bisa dan kemudian berteriak-teriak,” kata pegawai perusahaan asuransi yang saat itu hendak ke Jepara mengantarkan polis.
Sementara, sejumlah warga meminta agar tembok gudang yang masih berdiri segera dirobohkan. Ini untuk menghindari agar tidak terjadi peristiwa serupa di kemudian hari. Sebab, kondisi bangunan itu sudah tua dan rawan roboh saat diterpa angin kencang.
(Sundoyo Hardi/Koran SI/fit)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan