Lapas Anak Pekanbaru Akui Penganiayaan DP

|

PEKANBARU - Kasus penganiayaan terhadap DP (14) yang disiksa oleh oknum sipir Lembaga Permasyarakatan (LP) Kelas II Pekanbaru, Riau kini terus bergulir. Pihak lembagapun mengakui adanya penganiayaan  dan kasusnya Kantor Wilayah Depkumham Riau.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAID) Pekanbaru yang menjenguk DP dan bertemu dengan Kepala Lapas anak Pekanbaru Syafri Usman, menurut mereka oknum sipir penganiaya DP adalah Andi.

"Namun pelaku ngakunya hanya  memukul kaki DP sebanyak dua kali saja. Mereka membantah melakukan penyulutan rokok.  Katanya sih yang melakukan adalah tahanan lain dengan cara membakar bibir DP pakai mancis," kata Ketua Pokja Pengaduan KPAID Pekanbaru Yulianto kepada okezone Selasa,(19/1/2010).

Namun demikian pihak KPAID tidak begitu mempercayai atas pernyataan pihak lapas. Karena menurutnya setelah menjenguk kondisi DP sangat memprihatikan. DP terlihat termenung dan seperti dalam ketakutan yang mendalam.

"Dia memang mengakui kalau hanya dipukul kakinya saja oleh oknum sipir,  dan pelaku penganiayaan membakar mulut DP adalah tahanan lain, tapi nampaknya DP mengeluarkan perkataan seperti itu seperti dalam tekanan," ujarnya.

Dugaan kecurigaan  pembakar mulut DP siswa kelas II SMP di Pekanbaru itu seperti direkayasa juga  karena biasanya di dalam lapas tidak diperbolehkan membawa mancis.

"Ya aneh saja masak tahanan boleh bawa mancis itukan berbahaya, berarti ada kesalah pengawasan di lapas. Untuk itu akan mengawal kasus ini," akunya.

Kasus penganiayaan DP oleh pihak sipir Andi karena DP terlibat kasus pemerkosaan Karmila nama samaran yang tidak lain adalah saudara Andi. DP sendiri memperkosa setelah dicekoki minuman keras oleh Ilham suami Karmila bernama Ilhan yang curiga yang sering main serong.

(ahm)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Tak Dilibatkan Bahas UU MD3, DPD Ngambek