TANGERANG - Jajaran kepolisian tengah berusaha mengubah pola pikir dan sistem mata pencarian masyarakat di Aceh dari bertani ganja menjadi peternak kambing.
Hal itu diamaksudkan agar Provinsi Nangroe Aceh Darussalam yang terkenal dengan pasokan ganjanya dapat ditekan jumlahnya.
“Program yang kita lakukan dengan mengubah sistem pertanian. Dari community development kita lakukan perubahan, kesejahteraan tidak dari ganja tapi dengan peternakan kambing,” kata Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri dalam katu sambutannya di acara 'Launching Zero Toleransi Narkoba' di Terminal 2 D Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Rabu (20/1/2010).
Kapolri menyebutkan program pengalihan mata pencaharian masyarakat Aceh dari bertani ganja menjadi beternak kambing sudah berjalan di tiga kabupaten. “Itu sudah berhasil berubah,” sambungnya.
Pola-pola semacam ini sebelumnya telah diterapkan di negeri Gajah Putih dan telah menunjukkan keberhasilannya dalam menekan angka peredaran ganja.
“Thailand telah berhasil menurunkan produksi dan peredaran ganjanya. Program ini juga telah disetujui oleh PBB,” ucapnya.
(ful)