JAKARTA - Departemen Luar Negeri akan memfasilitasi lima orang warga negara Indonesia (WNI) yang selamat dalam bencana gempa bumi berkekuatan 7,0 skala Ritcher di Haiti.
"Jika mereka ingin pulang, kami akan memfasilitasi. Tapi jika mereka ingin tetap di Haiti, itu kemauan mereka," kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa kepada para wartawan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (20/1/2010).
Marty memastikan kelima WNI dalam keadaan selamat. Dua orang WNI yang menjadi sukarelawan Misi Stabilisasi PBB di Haiti (MINUSTAH), Endang, dan Yogi, berhasil menyelamatkan diri dari gedung markas MINUSTAH yang runtuh diguncang gempa.
Sementara tiga orang lainnya, yang sebelumnya tidak diketahui nasibnya, pada akhirnya juga dipastikan selamat. Ketiga WNI tersebut, Ni Luh Made Juini, Ni Ketut Yastri Astiti, dan I Gusti Ayu Putu Sukerti selamat setelah Hotel Caribee di Port au Prince, Haiti, tetap kokoh berdiri dalam guncangan gempa tersebut.
Sejauh ini, sekira 70.000 korban tewas gempa Haiti telah dimakamkan. Namun Pemerintah Haiti tidak menutup kemungkinan jumlah korban lebih dari itu. Bahkan korban diperkirakan bisa melebihi 200.000 orang.
(Iman Rosidi/Trijaya/hri)