JAKARTA – Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengalokasikan anggaran Rp2 miliar untuk pembenahan sejumlah halte busway koridor IX dan X yang mengalami kerusakan.
Kepala Bidang Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishub DKI Jakarta Akbar mengatakan, alokasi anggaran tersebut sudah ada dalam APBD DKI 2010. Menurut dia, pembenahan sejumlah halte busway tersebut untuk menyongsong rencana dioperasikannya Koridor IX dan X tahun ini.
“Halte-halte rusak itu memang akan segera kami perbaiki. Setelah kami hitung- hitung secara kasar kemungkinan perbaikan halte menghabiskan Rp2 miliar,” tandas Akbar.
Dia menjelaskan, kerusakan halte terparah terjadi di Jatinegara, Jakarta Timur. Menurut Akbar, kerusakan halte disebabkan aksi pencurian dari oknum yang tak bertanggung jawab. Pihaknya mengakui, kasus pencurian tersebut sudah dilaporkan ke aparat kepolisian. Namun hingga sekarang, pelakunya belum terungkap. “Kami sudah laporkan ke kantor polisi terdekat,” paparnya.
Akbar mengakui hingga sekarang kasus pencurian masih saja terjadi. Hal itu disebabkan minimnya pengawasan dari pihak terkait. Kalau dua koridor sudah berfungsi, Akbar optimistis kasus pencurian dan perusakan halte busway sulit terjadi.
Di tempat terpisah, Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto mengaku geram dengan maraknya pencurian fasilitas halte busway di sejumlah tempat.
Karena itulah, pihaknya berharap aparat kepolisian segera menangkap para pelaku dan dihukum agar ada efek jera. Prijanto berpendapat lemahnya pengawasan merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya perusakan.
“Mengenai pengawasannya, memang tenaganya kurang dan tidak sebanding dengan sekian banyak halte,ya memang tidak memadai. Hal yang saya sesalkan adalah masyarakat yang tidak memiliki jiwa ikut memiliki, ikut memelihara,” papar Prijanto kepada wartawan di Balai Kota.
Hal lain yang turut menjadi penyebab adalah terkendalanya pelaksanaan network planning. Menurut dia, keberadaan infrastruktur yang sudah dipasang sebelum armada busway tersedia turut memicu perusakan. “Kendala belum berjalannya operasional koridor IX dan X karena busnya memang belum ada,” tandasnya.
Prijanto menegaskan, sebenarnya network planning untuk koridor IX dan X sudah benar. Namun, dalam pelaksanaannya, network planning jadi sia-sia karena ketiadaan armada busway. Karena itulah, pihaknya menargetkan pengadaan armada busway untuk koridor IX dan X tuntas dalam tiga bulan ke depan. “Pengadaannya ya dengan membeli.Targetnya harus bisa dioperasionalkan tahun ini.
Mulai triwulan I, II, III sudah harus dimulai semuanya,”paparnya. Mengenai sistem pengadaan, menurut Prijanto akan dilakukan melalui lelang terbuka. Pihaknya juga menegaskan tidak menoleransi penunjukan langsung.“Apa merek kendaraan yang akan dipilih, nanti diserahkan pada mekanisme lelang,”tandasnya.
Sekadar diketahui, pembangunan halte dan buswayTransjakarta koridor VIII (Lebak Bulus- Harmoni), koridor IX (Tanjung Priok-Cililtan), dan koridor X (Pinangranti-Pluit) sudah selesai pada pertengahan 2008.
Bahkan, ketiga koridor tersebut awalnya ditargetkan dimulai bulan September 2008 ini. Hanya saja, rencana tersebut kandas karena armada untuk melayani koridor ini belum juga tersedia.
Rencananya, pengadaan 206 armada untuk koridor VIII,IX, dan X, 113 unit dilelang pada perusahaan swasta, sedangkan 93 unit lainnya diserahkan pada konsorsium existing. Proses lelang sudah dimulai sejak Juni dan di target rampung pada Desember 2008. Untuk melayani tiga koridor tersebut dibangun sebanyak 63 halte dan 27 jembatan penyeberangan orang (JPO).
Pembangunan sarana disediakan dengan dana Rp365 miliar. Hingga sekarang baru Koridor VIII yang dioperasikan. Itu pun molor dari jadwal semula September 2008 menjadi 21 Februari 2009. Pantauan Seputar Indonesia pada koridor IX dan X,kerusakan yang terjadi di shelterbuswayada di beberapa titik. Kerusakan ringan ada di shelterCawang Ciliwung di Jalan MT Haryono arah Grogol.Atap shelterini sudah banyak yang bocor.
Menurut pedagang koran di lokasi di shelter Cawang Ciliwung, Misbah,25,tidak ada petugas yang berjaga di lokasi itu. “Kalau dulu ada yang patroli memantau lokasi, sekarang tidak lagi,”ungkapnya.
Kondisi lebih parah tampak di shelter busway Jatinegara koridor X. Sejumlah atap dan lantai besi tampak dipreteli. Termasuk dinding kaca yang hilang sebagian dan di seluruh sisinya.“Kondisinya kerusakannya sudah sangat parah,” ungkap Maman, 70, seorang pedagang minuman tidak jauh lokasi halte busway Jatinegara.
Menurutnya kerusakan ini dilakukan oleh tangan jahil mereka yang ingin menjual barang-barang seperti lantai, atap, ataupun dinding shelteritu.Kondisi serupa juga tampak di shelter depan kantor pusat Bea dan Cukai. “Kondisinya sama parahnya,”ungkap Maman.
(Koran SI/Koran SI/ram)