getting time...

"Naik Ojek Haram? Ih...Siapa Peduli"

Dewi Mayestika - Okezone
Rabu, 20 Januari 2010 03:00 wib
Lasmi, perempuan berprofesi tukang ojek di Karet, Jakarta Pusat (Foto: Dewi Mayestika/okezone)
Lasmi, perempuan berprofesi tukang ojek di Karet, Jakarta Pusat (Foto: Dewi Mayestika/okezone)

JAKARTA - keputusan Forum Musyawaroh Pondok Pesatren Puteri se-Jawa Timur (FMP3), yang salah satunya mengharamkan perempuan naik ojek ditanggapi beragam. Ada yang mendukung, tetapi banyak pula yang menyebut keputusan itu berlebihan dan mengada-ada. Lantas bagaimana tanggapan para tukang ojek?

Amin (32), tukang ojek yang biasa mencari rejeki di kawasan Stasiun Kalibata Jakarta Timur mengaku tak ambil pusing dengan putusan FMP3. Baginya, ojek adalah sarana untuk mencari nafkah secara halal. "Kalau saya biasa saja, karena tukang ojek bukan untuk maksiat, tetapi hanya untuk mencari nafkah," katanya ringan saat berbincang dengan okezone, Selasa (19/1/2010)

Sama halnya dengan Rahmat, pemilik motor Suzuki ini sudah dua tahun menggantungkan hidup dari jasa mengantar penumpangnya di depan Mall Ambasador, Kuningan, Jakarta. Menurutnya, banyak pelanggan yang merupakan pegawai kantoran memilih naik ojek untuk mempersingkat waktu di perjalanan. "Selama tujuannya mencari nafkah dan tidak macam-macam jadi tukang ojek halal hukumnya,” sambungnya.

Dia berharap, keputusan yang diambil nun jauh di Jawa Timur sana tak mempengaruhi karyawan wanita di Jakarta. "Saya yakin, mereka masih mau naik ojek," timpalnya.

Pernah Terangsang

Juru bicara FMP3 Nabil Haroen kepada okezone beberapa waktu lalu mengatakan  larangan perempuan menaiki ojek untuk menghindari persentuhan badan. “Jadi boleh-boleh saja naik ojek asal bisa menghindarai persentuhan badan selama dalam perjalanan,” ujarnya. Naik ojek, kata Nabil, juga boleh dilakukan selama tidak ada transportasi lain yang tersedia.

Soal terangsang, Imas (27) tukang ojek di Kalibata, Jakarta mengaku pernah mengalaminya. “Pernah saya boncengin penumpang perempuan pakai baju serba mini deg-degan sih, tapi saya tetap professional saya antar, dibayar, terus pulang” ujarnya.

Baginya, jasa ojek harus dijalani secara profesional layaknya pekerjaan lain. Dari mengojek ini, Imas biasa mengantongi Rp60 ribu per hari untuk menghidupi istri dan lima anaknya.

"Haram atau tidaknya naik tergantung orangnya masing-masing," celetuknya. (frd)
(hri)

  • wedeh » 0 Tanggapan
    emang tokang ojeknya bugil dan juga si penumpang bugil ya meski bersentuhan toh mereka beralaskan baju, semisal boceng di belakang trus tiba2 di rem, khan banyak wanita yang megang punggungnya pengendara, menurutku dari jaman aku kecil dulu jika gak bersentuhan kulit langsung tidak apa2, kecuali klo yang naik motornya bugil ya iya haram aku setuju. gw juga masihinget ada orang terlambat salat dan kitasendiri di mesid dia towel kita biar tahu dia ikut jadi makmum kita. jangan sampe fatwa malah membuat kaku kehidupan lah.cape gw dengernya meski gw orang muslim juga.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • santri santro » 0 Tanggapan
    hi...para santri, lebih baik pikirin gmn caranya grebek hotel kelas menengah ke atas yg banyak di pakai para pejabat2 check in bw TTMnya, atau gmn caranya koruptor di brantas atau gmn caranya cd2 porno di berantas....jgn mengeluarkan fatwa yg bs bikin ojek'kers jd demo besar2an....HIDUP OJEK'KERS ...HIDUP INDONESIA KOE....
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Aheng prasetio » 0 Tanggapan
    Hari gini kok masih ngojek. Jalan kaki aja sehat mbah2 dlu jarang yang sakit2tan. Ga kyak jman skrang bnyak pnyakit aneh2 n ssah obat nya karna wong skrang Malas2. Dah dcekoki ma filsafat hedonisme kali
    Beri Tanggapan Laporkan
  • orangarab » 0 Tanggapan
    ane tersinggung kenapa ente berani-beraninya mengaitkan or arab segala dengan fatwa haram anda ini?
    Beri Tanggapan Laporkan
  • ciganjangpidong » 0 Tanggapan
    ntar kalau sempat tolong FMP3 juga bahas tentang kolam renang publik. soalnya banyak sekarang kolam renang dipadati pria wanita, tua muda, cantik jelek, hitam putih, mulus nggak mulus, bahenol nggak bahenol, gendut langsing, pakaian bikini habis dan ada juga pake jilbab segala, pake kolor nggak pake celdal, dll. ada nggak mereka nggak lirik sana lirik sini, ngintip yang mulus dengan pakaian tipis. siapa yang tahu si boy sedang dalam air pura-pura mandi tauknya lagi onani? tolong fatwanya ya.....
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.