YOGYAKARTA – Banyaknya Museum yang terdapat di Yogyakarta membuat kota ini layak menyandang gelar Kota Museum, tidak hanya kota pendidikan, kota budaya dan kota pariwisata yang selama ini telah lekat dengan Yogyakarta.
Seperti diketahui dari 281 museum yang ada di Indonesia, 15 persennya atau sekitar 37 museum berada di Yogyakarta.
“Kami berbahagia, dari 281 museum yang ada di Indonesia, 15 % berada di Yogyakarta. Berarti Yogyakarta bisa kami angkat tidak hanya sebagai kota pendidikan, kota budaya dan kota pariwisata, namun juga kota Museum,” terang Ketua Umum Badan Musyawarah Museum (Barahmus DIY) KRT Thomas Haryonagoro Rabu (20/1/2010).
Thomas juga mengungkapkan saat ini terdapat 30 museum di Yogyakarta yang menjadi anggota Barahmus. Sementara berkaitan dengan tahun kunjung Museum 2010 yang dicanangkan pada akhir Desember 2009, Thomas menyatakan bukan hanya masyarakat yang saat ini harus berpaling dan melihat bagaimana tampilan museum tapi juga pengelola museum, dan yang bekerja di Museum digugah untuk mulai semakin mencintai pekerjaannya dan mencintai museum.
Menurut Thomas dalam pengelolaan museum pihaknya telah mencoba paradigma baru, in side out . “Kalau in side itu museum in nya itu internal kita. Sejauh ini pengelolaan museum begitu-begitu saja, bahkan stagnan, tapi bagaimanan dengan out side museum itu sendiri. Ternyata setelah kami lempar kepada komunitas masyarakat luas mereka mengharapkan dan melihat museum itu sebagai hal yang menarik,” kata Thomas.
Thomas berharap, dengan adanya gerakan nasional cinta museum itu, peran serta masyarakat tidak hanya berhenti pada sikap mengkririsi dan melihat kekurangan. Tapi bagaimana Museum itu bisa dibangun bersama-sama. Pengelola juga dituntut untuk bisa menghidupkan meseum dari benda intangible menjadi tangible sehingga lebih menarik.
Barahmus sendiri menurut Thomas perlu berbenah untuk mengemas Museum menjadi suatu hal menarik. Di Barahmus museum dikategorikan menjadi museum sejarah dan perjuangan, museum ilmu pengetahuan dan pendidikan, museum seni dan budaya. Untuk revitalisasi museum lanjut Thomas, saat ini terus digulirkan.
“Hari ini tidak akan ada tanpa kemarin, esok hari tidak akan pernah hadir tanpa melalui hari ini. Begitulah sejarah tak pernah usai dan tak berujung sepanjang hidup manusia. Nah, bagaimana kita menghadirkan masa lalu untuk hari ini dan menatap ke depan”, lanjut Thomas.
(Fitra Iskandar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.