SIDOARJO - Hujan deras yang turun setiap hari di Porong dan sekitarnya, membuat lumpur di penampungan (pond) penuh. Dikhawatirkan, lumpur akan meluber akan menggenangi Jalan Raya Porong.
Lumpur di beberapa pond, seperti di Ketapang, Siring, sebagai penahan utama Jalan Raya Porong, terus meninggi. Bahkan, di beberapa titik ketinggian lumpur hanya berjarak beberapa jengkal tangan dari bibir tanggul.
Bukan hanya itu, akibat hujan deras, tanggul di Ketapang juga bocor. Rembesan air mengalir ke pintu masuk tanggul. Jalan ini setiap hari digunakan sebagai jalan keluar-masuk kendaraan pengangkut material.
“Mulai pagi, air lumpur terus merembes dari tanggul. Kami khawatir akan semakin besar dan membuat tanggul jebol,” ujar Nur Kholis, warga Kedungbendo, Rabu (20/1/2010).
Menurut pria berambut gondrong ini, jika tanggul Ketapang jebol, imbasnya akan meluber ke Desa Ketapang, Kecamatan Tanggulangin dan sekitarnya. Tak terkecuali, Jalan Raya Porong-Tanggulangin juga akan terendam Lumpur.
“Dulu waktu tanggul Ketapang jebol, awalnya merembes kecil. Kemudian semakin besar dan malam-malam akhirnya jebol,” ujar Sulaiman, warga Ketapang.
Pantauan di lapangan, volume Lumpur di pond Ketapang sampai Siring terus meninggi. Padahal, saat musim kemarau, Lumpur di pond mengering. Namun, ketika hujan turun Lumpur bercampur air terus meninggi.
Bukan hanya itu, endapan Lumpur yang mengalir dari pusat semburan lumpur panas, ketinggiannya hampir menyamai ketinggian tanggul. Meskipun di tengah pond masih ada cekungan yang bisa dialiri lumpur, tapi kalau hujan mengguyur terus menerus, dikhawatirkan kolam lumpur yang luasanya sekira 350 hektar itu tidak mampu menahan.
Untuk mengantisipasi agar tanggul tidak jebol, Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), memperkuat tanggul yang kondisinya membahayakan. Beberapa truk bermuatan material, keluar masuk di pintu masuk tanggul Ketapang.
“Kita mengangkut material ke titik tanggul yang kondisinya kurang kuat. Seperti di Ketapang, Kedungbendo, kita pasok material,” ujar salah satu pekerja tanggul.
Humas BPLS, Akhmad Zulkarnain, mengatakan selain memperkuat tanggul, pihaknya juga terus membuang Lumpur ke Sungai Porong. Selain itu, untuk pond yang masih relatif kosong, seperti di Kedungbendo yang luasnya sekira 20 hektar, juga sudah dialiri lumpur.
(Abdul Rouf/Koran SI/ton)