getting time...

Presiden Tidak Takut dengan Golkar

Lamtiur Kristin Natalia Malau - Okezone
Rabu, 20 Januari 2010 10:10 wib
Presiden SBY (Foto: Daylife)
Presiden SBY (Foto: Daylife)

JAKARTA - Pansus Hak Angket Bank Century telah bekerja sejak awal Desember 2009. Awal Februari 2010, pansus yang dikomandoi Idrus Marham itu akan mengakhiri masa kerjanya.

Sejak awal, terpilihnya Idrus Marham sebagai Ketua Pansus sudah menuai kritik. Idrus yang juga Sekjen DPP Partai Golkar dinilai dekat dengan lingkaran kekuasaan. Wajar saja, di bawah pimpinan Aburizal Bakrie, Golkar memang memilih merapat ke Partai Demokrat.

PDI Perjuangan sebagai salah satu penggagas Hak Angket Bank Century pun harus puas dengan menempatkan Gayus Lumbuun sebagai salah satu wakil Idrus.

Pada 16 Desember 2009, Ketua BPK Hadi Poernomo dan Ketua Tim Audit Investigasi Bank Century pada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hasan Bisri mendapat giliran pertama untuk memberikan keterangan di hadapan pansus.

Selanjutnya, hadir juga Ketua Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein. Para mantan petinggi Bank Indonesia juga telah memenuhi undangan pansus. Mantan Deputi Gubernur Senior BI Miranda Goeltom dan Anwar Nasution, mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah, serta mantan Deputi Gubernur BI Aulia Pohan, secara maraton hadir di hadapan pansus.

Wakil Presiden periode 2004-2009 Jusuf Kalla dan Menteri Keuangan Sri Mulyani juga telah memberikan kesaksian di pansus.

"Dari keterangan para saksi terlihat menutupi dan membela kebijakan yang diambil. Tapi ada kata kunci yang muncul, mereka sepakat kalau bank ini bobrok dan sakit," terang Wakil Ketua Pansus Hak Angket Bank Century Mahfudz Siddiq di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, awal Januari lalu.

Bagaimanakah akhir kerja Pansus Hak Angket Bank Century ini? Akankah skandal dana bailout Rp6,7 triliun bisa terungkap? Berikut petikan wawancara okezone dengan pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Prof Iberamsjah tentang opsi jalan keluar kasus Bank Century.

 

Apakah Sri Mulyani perlu dicopot?

Saya rasa memang mesti dicopot. Kalau tidak, ya mengundurkan diri lah. Terlalu banyak yang harus dipertanggungjawabkan. Kok tetap merasa tidak bersalah?


Tapi Sri Mulyani membantah ada kesepakatan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Aburizal Bakrie untuk memecat dia?

Ya itu, sangat kurang etikanya.


Apa ada kemungkinan mereka mengajukan pengunduran diri tapi dicegah oleh Presiden?

Tidak mungkin. Persoalnnya, ada nggak di sanubari mereka kalau mereka sudah merampok uang rakyat Rp6,7 triliun?

 
Tapi kan Sri Mulyani dan Boediono tetap bertahan di kabinet?

Itu masalahnya. Mereka kan tetap tidak bisa melawan opini publik. Budaya malu itu sudah tidak ada.

 
Kalau mereka memilih tetap aktif, lalu apa seharusnya yang dilakukan Presiden?

Seharusnya Presiden yang bertanggung jawab. Kalau sudah terjadi gonjang-ganjing seperti ini, segera ambil alih.


Caranya?

Ya cari tahu, tanya langsung, mana kebijakan yang salah sampai terjadi skandal ini?

 
Tapi apa mungkin Presiden melakukan itu?

Itu perlu karakter. Kalau perlu, Presiden yang mundur.

 
Ada arah ke sana?

Ya susah, Presiden tidak ingat mati.

 
Apa mungkin Presiden membuat kesepakatan dengan Aburizal Bakrie untuk memecat Sri Mulyani?

Saya rasa nggak. Presiden itu orangnya ngotot dan dia tidak percaya sama Golkar. Buktinya, orang-orang Golkar memang ditempatkan di kabinet, tapi bukan orang-orang yang berbahaya dan tidak ditempatkan di posisi-posisi yang bahaya juga.

 
Termasuk kedekatan dengan Aburizal?

Iya, Ical juga tidak terlalu.

 

(lam)

  • memeth » 0 Tanggapan
    Gonjangganjing kasus Century tak meungkin diselesaikan ? karena mainstrem Persiden di Indonesia dan partai Politik di Indonesia termasuk dalamlingkaran sistem yang korup .Seorang yang mencalonkan diri menjadi Presiden di Indonesia ini perlu modal dan dana Ratusan Milyaran bahkan bisa Trilyunan,sementara seorang presiden yang dicalonkan oleh Partai di Indonesia memelukan modal yang besar smentara Paratai di Indonesia secara kelembagaan miskin , maka darimana sumber dana Partai dan Calon Presiden yang mencalonkan diri di Indonesia ? jelas bahwa kondisi ini menimbullkan akalakalan dalam memenuhi Dana pencalonan Presiden .Dengan kasus Korupsi yang saat ini muncul itu hanya menjadi komudity Poltitk tak mungkin bisa Tuntas, dan siapa pula yang menuntaskan ? meminjam istilah alm Nurcholis Majd kasus korupsi Di Indonesa terjadi greatLock{saling mengunci} seba banyak Elite Politik ketika ditelusuri kasus perkasus akan kelihatan bahwa Elite politik yang teriak masalah kasus korupsi adalah Perampok teriak maling? tapi kondisi saat ini adalah momentum untuk melakukan kebijakan radikal tentang pemberantasan Korupsi , terus pertanyaannya siapa tokoh yang mampu dan lembaga mana yang mampu secara tuntas melibas Koruptor ? dan yang penting harta negara yang dikorupsi oleh para koruptor disita dan dikembalikan ke negara.Maka segera Audit para pejabat negara dari kepala Dinas didaerah sampai Pusat ,Kejkasaan ,Hakim Pajak dan bea Cukai dan pejabat BUMN dan dll mestinya diAudit hartanya ,dan berlakukan asas pembuktian terbalik ,Buka Pulau khusus untuk penjara para Koruptor ,kalau pejahat berat ada Nusa kambangan mestinya bagi kejahatn Luar biasa ada Pulau khusus untuk penjara bagi koruptor .dan yang cocok Pulau antara P. Sumatera dan P.Jawa sekitar Gunung Krakatau jika nanti gunung karakatau meletus para koruptor hilang dengan sendirinya terkena letusan gunung krakatau .
    Beri Tanggapan Laporkan
  • udindagiang » 0 Tanggapan
    ngomong pakai dengkul...tak punya etika..percuma jadi profesor...sudah kerasukan "BASAH-kotor" barisan sakit hati dan koruptor...yang selalu pesimis dan sinis terhadap kebijakan pemimpin..pemimpin ngomong salah,,diam pun salah,,berbuat baik dicari kesalahnya..manusia indonesia sudah kerasukan krisis tak menghargai kepemimpinan dan orang tua
    Beri Tanggapan Laporkan
  • KAPRAWI » 0 Tanggapan
    OUNG YANG BEBUAT SALAH DENGAN NEGARATU KITO BACOKAN YASIN DAN SELURUH UMMAT ISLAM KITA DOAKE MINTA BALASAN YANG SETIMPAL DENGAN PERBUATANNYO ITU DENGAN ALLAH KITA SERAAHKAN BAE DENGAN YANG KUASO MUN UJI TUHAN MATI MATI DIATAS SBY ADO YANG KUASO DIATAS RUHUT ADO YANG PINTAR KAMI RAKYATNI LA CAPEK NENGAR BUALAN KAMU KAMU DI SENAYAN TU YA ALLAH KAMI MOHON GANJARLAH ORANG ORANG YANG MERAMPOK UANG RAKYAT DENGAN GANJARAN SETIMPAL AMIN
    Beri Tanggapan Laporkan
  • yan karawang » 0 Tanggapan
    Kita tidak perlu berburuk sangka, tapi fakta yang terlihat budiono dan Sri yang membolehkan di bailout. LPS tidak rugi karena bukan uang negara. Emang uang nenek moyang mu...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • gembel » 0 Tanggapan
    sri mulyani dan budiona bukan maling..klo mereka maling tetntunya mereka sudah kaya. yang jelas2 maling itu kan si robert tantular..gimana sih bangsa kita ini ga bisa membedakan mana yang maling dan mana yang bukan. tolol banget
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.