Persoalan Anak Jalanan Juga Beban Masyarakat

|

Persoalan Anak Jalanan Juga Beban Masyarakat

JAKARTA - Persoalan anak jalanan di Ibukota kian mengkhawatirkan setiap harinya. Mulai dari kejahatan, kekerasan, hingga pelecehan seksual sudah menjadi 'berita' sehari-hari di kota berpenduduk hampir 10 juta orang ini.

Terakhir, warga Jakarta dikejutkan dengan tewasnya Ardiansyah, bocah 10 tahun yang disodomi kemudian dimutilasi oleh Bayquni alias Babeh. Kasus ini terus berkembang, kemarin Babeh mengaku telah melakukan hal yang sama kepada sepuluh bocah lainnya. Bocah-bocah yang jadi korban Babeh tak lain adalah anak jalanan yang biasa mencari uang receh di perempatan jalan ataupun bus kota.

Atas dasar itulah, Dinas Sosial DKI Jakarta dan Kepolisian Daerah Polda Metro Jaya berencana menggelar razia. Dinsos membantah kalau razia itu dimaksudkan untuk mengecek dubur setiap anak jalanan. Razia ini kata Kepala Dinsos DKI Budiharjo hanya untuk mendata kesehatan. Namun bila ada dugaan pelecehan seksual maka akan ditindaklanjuti.

Rencana razia ini kemudian ditentang berbagai kalangan termasuk Komnas Perlindungan Anak. Sekjen Komnas Anak Aris Merdeka Sirait mengatakan razia itu melanggar hak asasi anak termasuk melecehkan martabatnya.

Perwakilan aktivis anak dari komunitas 'Sahabat Anak' menyayangkan sikap pemerintah yang cenderung represif terhadap kejadian sosial di jalanan. Benny mengatakan, pemerintah selama ini tidak memiliki konsep terukur untuk menangani berbagai permasalahan jalanan. "Pemerintah tidak punya konsep dan lebih sering menggelar razia," katanya dalam jumpa pers di Kantor LBH Jakarta, Kamis (21/1/2010).

Perwakilan LBH Jakarta Restaria Hutabarat menegaskan, razia anak termasuk kategori pembersihan terhadap 'sampah' jalanan dibanding memberi perlindungan. Karenanya, pemerintah diminta untuk serius mengatasi persoalan anak jalanan secara menyeluruh.

"Cara paling baik adalah dengan menjadi sahabat mereka. Kita hampiri, duduk bersama, mendengarkan keluh kesah mereka," timpal Benny menjawab pertanyaan wartawan soal cara efektif menangani anak jalanan.

Benny menjelaskan, pendekatan anak jalanan memiliki ciri khas masing-masing. "Pendekatan dengan anak di Grogol berbeda dengan pendekatan anak di Gambir, Jakarta," ujarnya.

Lantas apa peran masyarakat? Restaria mengingatkan agar masyarakat tidak terkurung pada pemikiran sempit. Anak jalanan, sambungnya, tidak bisa dilihat dari kekurangan materi semata. "Jangan hanya sekadar memberi uang receh saja," tandasnya. (frd)

(hri)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Bawa Senjata Mainan, Bocah Ditembak Polisi