MAKASSAR - Provinsi Sulawesi Selatan menjadi pilot Project pengembangan Hutan Desa di Indonesia. Departemen Kehutanan telah menetapkan lahan seluas 703 ha sebagai areal hutan desa di Sulsel. Padahal areal Hutan Desa di Indonesia baru 800 ha.
Hal itu dikemukakan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Rumah Jabatan Gubernur Jalan Sungai Tangka Makassar, Kamis (21/1/2010).
Syahrul mengatakan, dirinya akan menerima langsung Surat Penetapan itu dari Wakil Presiden Boediono di Istana Wakil Presiden Jum’at (22/1/2010) besok. Kegiatan itu adalah rangkaian acara Deklarasi Hari Konservasi Alam Nasional (DKAN).
"Saya diundang bersama Gubernur Sumatera Selatan dan empat orang bupati. Satu di antaranya adalah Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, yang menjadi lokasi Hutan Desa di Sulsel," tutur Syahrul.
Semantara itu, Kepala Dinas Kehutanan Sulsel Andi Idris Syukur dalam kesempatan yang sama menjelaskan, Hutan Desa seluas 703 ha itu, berlokasi di Kabupaten Bantaeng di tiga tempat. Menurutnya, Hutan desa itu akan menjadi percontohan se-Indonesia.
"Kami akan mengembangkan areal Hutan Desa di seluruh kabupaten/kota se-Sulsel dalam tahun 2010 ini. Harapannya setiap desa yang berlokasi di sekitar kawasan hutan dapat dikembangkan 500 hingga 1000 ha Hutan Desa. Ini dapat dilakukan pada 22 kabupaten/kota se-Sulsel kecuali Kota Makassar dan Kota Pare-pare," terang Idris.
Idris berharap, keberadaan Hutan Desa di setiap kabupaten itu dapat bermanfaat besar bagi rakyat. Saat ini kata Idris, penduduk terus bertumbuh, padahal lahan tidaklah bertambah. "Hutan di Sulsel harus lebih baik, utamanya untuk memberikan manfaat langsung dan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan," pungkasnya.
Data Dinas Kehutanan Provinsi Sulsel menyebutkan, luas areal hutan daerah ini sebanyak 2,1 juta ha. Sebanyak 1,2 juta berada dalam Kawasan Hutan Lindung, sisanya dalam areal Hutan Produksi 800 ribu ha dan lainnya Hutan Konservasi.
(hri)